Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Pelantikan Anies-Sandi

Anies-Sandi Janji Jual Saham Perusahaan Bir, Ini Kata BEI

Senin 16 Oct 2017 16:12 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini

KEBERANGKATAN ANIES BASWEDAN JELANG PELANTIKAN. Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan memberikan salam hormat saat hendak menaiki mobil sebelum keberangkatan di kediamannya Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (16/10). Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara. Republika/Putra M. Akbar

KEBERANGKATAN ANIES BASWEDAN JELANG PELANTIKAN. Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan memberikan salam hormat saat hendak menaiki mobil sebelum keberangkatan di kediamannya Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (16/10). Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang dilantik pada Senin (16/10) sore ini untuk melepas saham seluruh saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dinilai tidak akan memengaruhi pasar. Perusahaan itu merupakan pemegang hak merek Anker Bir, Carlsberg, San Miguel, dan Stout.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menyatakan, bila Pemprov DKI Jakarta, benar-benar melepas sahamnya dari Delta Jakarta, tidak akan berpengaruh terhadap pasar. "Rasanya tidak akan terlalu berpengaruh," kata Samsul, Senin (16/10).

Penjualan saham tersebut dinilainya merupakan hal yang biasa dilakukan hak pemegang. "Itu hak pemegang saham untuk tetap atau keluar dari sebuah perusahaan," ujarnya.

Saat ini Pemprov DKI Jakarta memiliki 26,25 persen saham di DLTA. Dengan rincian, sebanyak 23,24 persen milik Pemprov DKI Jakarta lalu 2,91 persen milik BP IPM Jaya yang juga masih di bawah naungan Pemprov DKI.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA