Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Rumania Ingin Impor Kosmetik dari Indonesia

Jumat 13 Oct 2017 12:51 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya

Pengunjung melihat produk kecantikan dalam pameran produk kosmetik dan herbal di Kementerian Perindustrian.

Pengunjung melihat produk kecantikan dalam pameran produk kosmetik dan herbal di Kementerian Perindustrian.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sekretaris Negara Rumania Paula Pirvanescu, bersama sejumlah delegasi bisnis, melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela-sela kunjungan mereka di Trade Expo Indonesia (TEI) 2017, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, Jumat (13/10). Dalam pertemuan tersebut, Paula menyampaikan ketertarikannya untuk mengimpor kosmetik asal Indonesia.

Ditemui usai pertemuan, Mendag mengatakan, Indonesia siap untuk mengekspor sejumlah produk kosmetik ke Rumania. Hanya saja, kata dia, pemerintah masih harus memastikan produk-produk tersebut sudah memenuhi standar kosmetik yang berlaku di Eropa.

"Kita sudah memiliki beberapa (yang memenuhi standar). Jadi, tugas kita untuk mengangkat mereka," ujarnya.

Selain standarisasi, Enggar menyebut, faktor lain yang harus diperhatikan yakni desain dan pengemasan. Jika desain dan pengemasan sebuah produk dibuat menarik, ia yakin volume barang yang diekspor akan makin meningkat.

Berbicara terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menambahkan, selain ekspor produk kosmetik, Rumania juga berencana menanamkan investasi dengan membangun pabrik sabun di Indonesia. Menurut Oke, selama ini Rumania memang mengimpor sabun dari Indonesia. Namun, ke depan mereka berencana untuk memproduksi sendiri sabun tersebut di Indonesia.

Sepanjang 2016, nilai ekspor Indonesia ke Rumania tercatat senilai 92,4 juta dolar AS. Komoditi ekspor terbanyak yang diekspor Indonesia ke Rumania yakni produk olahan karet.

Sementara, nilai impor Indonesia dari Rumania pada 2016 tercatat senilai 42 juta dolar AS. Adapun produk yang paling banyak diimpor yakni sereal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA