Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Sepak Bola yang Bakal Merindukan Pirlo

Selasa 10 Oct 2017 12:08 WIB

Red: Elba Damhuri

Andrea Pirlo

Andrea Pirlo

Foto: REUTERS/Paul Hanna

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Frederikus Bata, Jurnalis Republika untuk Isu-Isu Sepak Bola dan Olahraga

Pada 19 Mei 1979, di sebuah kota bernama Flero, lahir seorang Andre Pirlo. Daerah ini terletak di Provinsi Brescia, Lombardia, Italia dengan luas sekitar sembilan kilometer persegi.

Bocah tersebut, kelak menjadi salah satu legenda lapangan hijau Italia dan dunia. Bakat sepakbola Pirlo tercium ketika pada umur 15 tahun yang bersangkutan menempuh pendidikan di akademi Brescia. Setahun kemudian, klub berjuluk /Biancoazzurri ini langsung mempromosikannya ke tim utama.

Pada 1995-1998, bermain untuk Brescia, potensi Pirlo tercium ke seantero negeri Piza. Tak tanggung-tanggung pada 1998, salah satu tim elite Serie A, Inter Milan, mendatangkan remaja berusia 19 tahun ini. Kala itu Inter dilatih Mirceu Lucescu.

Sebuah mimpi menjadi kenyataan, tatkala ia menjadi rekan seorang idola bernama Roberto Baggio. Sayang, karier Pirlo saat berseragam la Beneamata tak berjalan mulus. Pemain yang awalnya diposisikan di area gelandang serang ini gagal menembus skuat utama.

 

Inter lebih banyak meminjamkan Pirlo ke Reggina dan Brescia. Pada 2001, kubu Nerazzurri resmi melepas sang gelandang ke AC Milan. Siapa sangka keputusan Presiden Biru Hitam kala itu, Massimo Moratti menjadi penyesalan mendalam di masa depan.

Bersama Milan, Pirlo menjadi salah satu gelandang terbaik Eropa. Ia tampil dalam 401 laga di semua ajang dan mencetak 41 gol dalam balutan kostum merah hitam. Keputusan Carlo Ancelotti menempatkannya sedikit ke belakang, membuat eks dirigen tim nasional Italia ini bekerja maksimal kala mengolah si kulit bundar.

Puncaknya, Pirlo sukses meraih semua gelar di level klub bersama AC Milan. "Catatan karier menempatkan Pirlo sebagai master sepakbola," kata mantan penggawa Manchester United, Rio Ferdinand, lewat media sosial, dikutip dari /Football Italia, beberapa waktu lalu.

Sepuluh musim berseragam Rossoneri, sang maestro mulai jarang diturunkan pelatih Massimiliano Allegri. Pada 2011 allenatore kelahiran Livorno berperan besar melepas Pirlo ke Juventus secara gratis. Siapa sangka, Juve yang sedang membangun tim usai skandal calciopoli, menemukan titik balik.

Kedatangan Pirlo memberi warna baru di lini tengah Bianconeri yang dalam beberapa tahun sebelumnya diisi pemain kurang berpengalaman. Bersama Arturo Vidal dan Claudio Marchisio, pasukan hitam putih menjadi kampiun Serie A. Itu scudetto resmi pertama milik si Nyonya Tua sejak terakhir diraih pada 2003 silam.

Lagi-lagi Pirlo membuat mantan timnya menyesal. Pirlo makin menjadi-jadi sebagai Bianconero. Total ia meraih empat scudetto, dan berbagai gelar lainnya. Pada 2015, ahli tendangan bebas ini memutuskan hijrah ke Liga Sepakbola Amerika Serikat (MLS). Ia berseragam New York City FC.

Meski sudah tidak bertarung di level tertinggi, fisik Pirlo masih bertahan. Ia menjadi pemain utama the Boys in Blue. Pada akhirnya pada awal Oktober 2017, sebuah informasi penting datang dari dunia sepakbola.

Pirlo berencana pensiun dari jalur yang membesarkan namanya. "Saya sadar, waktunya akan segera tiba. Setiap hari selalu saja ada masalah fisik yang menggangu. Ini bukan hal yang bisa anda lakukan hingga umur 50 tahun," kata pesekbola 38 tahun kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip dari Football Italia.

Pirlo bakal gantung sepatu, pada penghujung tahun ini. Momen tersebut bersamaan dengan berakhirnya kontrak dirinya di New York City FC. Dunia sepakbola akan merindukan sang kreator.

"Andrea adalah salah satu idola para pemain dunia. Tepat rasanya jika dia meraih Ballon d'Or sebelum mengakhiri karier. Dia layak mendapatkannya," kata mantan gelandang tim nasional Brasil dan Olimpique Lyon, Juninho Pernambucano, dikutip dari Four Four Two.

Nama Pirlo akan tertulis abadi dalam sejarah lapangan hijau. Selain sukses di level klub, ia bagian dari skuat  Gli Azuuri kala menjuarai Piala Dunia 2006. Rumor berhembus, sang maestro berencana menekuni karier kepelatihan pada episode selanjutnya.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA