Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

India akan Bantu Selesaikan Krisis Rohingya

Selasa 10 Oct 2017 02:41 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nur Aini

Sejumlah pengungsi Rohingya antri untuk mendapatkan paket makanan dari relawan Indonesia di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Sejumlah pengungsi Rohingya antri untuk mendapatkan paket makanan dari relawan Indonesia di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI -- India menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama membantu penyelesaian konflik Rohingya di Myanmar.

"Ini masalah internal Myanmar dan dunia percaya solusi krisis Rohinya bisa mereka atasi. Begitu juga India yang menginginkan Myanmar bergerak memecahkan masalah itu," kata Sekretaris Jendral Bharatiya Janata Party (BJP) Ram Madhav usai bertemu Menteri Luar Negeri Bangladesh, Shahriar Alam seperti diwartakan Indiatoday, Rabu (10/10).

Seperti diketahui, Bangladesh menampung sekitar 520 ribu pengungsi Rohingya. Ratusan ribu warga itu melintasi perbatasan Bangladesh-Myanmar sejak 25 Agustus lalu. Hampir 40 ribu d iantaranya tiba dalam 10 hari terakhir. Kendati, sekitar 100 ribu penungsi diyakini masih berusaha mencoba menyeberangi perbatasan guna menghindari kekejaman militer Myanmar.

Madhav mengaku berterima kasih kepada Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina. Ini menyusul sikap perdana menteri yang mau menerima para pengungsi dengan tangan terbuka.

Sementara, pertemuan pemerintah India dan Bangladesh juga membahas sejumlah kepentingan lain. Salah satunya adalah penguatan hubungan bilateral kedua negara. "Penting untuk menjaga stabilitas politik antara Bangladesh dan India guna mendorong pembangunan. Kerja sama harus dilakukan untuk pengembangan kedua negara," kata Sekretaris Jendral partai penguasa, Awami League (AL) Mahbub-Ul Alam Hanif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA