Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Produk Halal Seperti Ini yang Dicari Kaum Milenial

Jumat 06 Oct 2017 09:23 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Elba Damhuri

Makanan halal (ilustrasi)

Makanan halal (ilustrasi)

Foto: republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Kebanyakan pengusaha produk halal yang menyasar pasar milenial Muslim sangat sadar bahwa segmen ini berubah secara konstan. Untuk tetap menjangkau mereka, para pengusaha harus terus mengikuti perubahan kecenderungan permintaan generasi era digital ini.

Salah satu pendiri Haloodies Inggris, Noman Khawaja, yakin kaum milenial memerhatikan produk yang enak dan sehat. Makanya, produk makanan dengan gaya on the go tumbuh signifikan. Konsumen halal yang sibuk juga butuh produk semacam itu, dengan kualitas baik dan tetap sehat.

''Food on the go itu fenomenal. Di Inggris proyeksi produk ini tumbuh 35 persen mencapai 21 miliar euro pada 2021,'' ungkap Khawaja seperti dikutip My Salaam, beberapa waktu lalu.

Menurut Dewan Muslim Inggris, pada 2014, industri halal Inggris mencapai tiga miliar dolar AS. Permintaan makanan halal dari Jepang, Meksiko, Karibia, dan Amerika Selatan sendiri menunjukkan peningkatan. Salah satu sebabnya adalah kian banyak milenial Muslim yang bepergian dan menemukan cita rasa baru selain kebab dan kari.

Pendiri Haloodies lainnya, Imran Kausar, menjelaskan anak-anak muda yang bepergian ke luar negeri juga berpetualang kuliner. Saat pulang, mereka ingin bisa merasakan makanan yang sama dalam jarak yang dekat.

''Horizon mereka meluas. Ini juga mendorong mereka melalukan sesuatu, termasuk berbisnis,'' kata Kausar.

Bila roti isi daging Jamaika sudah ada di Inggris sejak 16 tahun lalu, versi halalnya baru saja jadi hits. Direktur Pemasaran Port Royal, yang merupakan perusahaan pemasok daging makanan Jamaika, Aaron Johnston, menyebut terjadi migrasi pengusaha makanan Jamaika di mana saat ini mereka juga memilih daging halal.

Terbatasnya opsi makanan bagi komunitas Mulslim di Inggris membuat Shahih Hussain bersama suaminya Anwar mendirikan The Mocktail Company tahun lalu. Mereka sadar, permintaan Muslim terhadap produk minuman makin variatif namun tak banyak pilihan.

Konsumen hari ini makin tegas soal pilihan produk. Menjual produk mocktail halal, Hussain mengaku ia mendapat respons yang sangat baik.

''Kami menyasar pasar Muslim dan mereka mau membeli produk ini. Mereka tak mau lagi minuman ringan biasa dan kami muncul dengan konsep yang mereka mau,'' ungkap Hussain.

The Mocktail Company berhasil menjual lebih dari 200 ribu botol di Inggris dalam setahun. Mereka kini berekspansi ke pasar Eropa dan Amerika Utara. Minuman ini bahkan juga disambut baik konsumen di Dubai dan Maroko.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA