Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Industri Asuransi Syariah Berpeluang Berkembang di Inggris

Selasa 03 Oct 2017 08:16 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Asuransi Syariah

Ilustrasi Asuransi Syariah

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris memiliki peluang mengembangkan industri asuransi syariah. Tahun ini, perusahaan asuransi AIG dibantu Cobalt Underwriting memperkenalkan kebijakan merger dan akuisisi syariah pertama di Timur Tengah.

Manajer M&A Pasar Negara Berkembang AIG Mark Storrie menyatakan kebijakan ini untuk memfasilitasi kontrak investasi kolektif atas sebuah aset di Uni Emirat Arab.

Eksekutif bursa asuransi dan reasuransi London (Lloyds of London), Kaan Yardimci, mengatakan, London harus melebarkan peluang di industri asuransi dan reasuransi syariah.

Inggris sudah memiliki sejumlah kontrak sindikasi yang melibatkan asuransi syariah di dalamnya. Namun, Yardimci melihat itu belum cukup.

''Kami ingin Lloyd's juga menyesuaikan porsi asuransi syariah seiring bobot pasar asuransi internasional,'' kata Yardimci seperti dikutip Reuters, Senin (2/10).

Di Inggris, ada lebih dari 20 perusahaan yang menawarkan produk keuangan syariah dan lima di antaranya merupakan bank Islam yakni Gatehouse Bank, Al Rayan Bank, Bank of London and the Middle East , Abu Dhabi Islamic Bank, dan Qatar Islamic Bank.

April lalu, Bank Sentral Inggris mengambil langkah pengembangan pasar uang. Hal ini bertujuan untuk menyediakan alat likuiditas, terutama bagi perbankan syariah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA