Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Pendakwah Wajib Sampaikan Rasa Nasionalisme

Kamis 28 Sep 2017 12:26 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dwi Murdaningsih

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid

Foto: ROL/Havid Al Vizki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berpesan pentingnya para pedakwah yang tetap memegang rasa nasionalisme Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat orasi ilmiah di hadapan wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir, Jakarta, Kamis (28/9).

Dakwah di Indonesia, menurut Hidayat Nur Wahid, harus dilakukan dengan ramah. Itulah yang dilakukan ulama terdahulu, dimana mereka pendakwah sekaligus pejuang. Bahkan kiprah mereka di masa kebangkitan nasional, menjelang Indonesia dan hingga saat merdeka.

"Tokoh dan organisasi Islam tidak hanya melakukan kegiatan dakwah, namun juga membangkitkan nasionalisme Indonesia," kata dia, Kamis (28/9).

Mereka berdakwah menemukan banyak tantangan meski demikian dijalankan penuh kesabaran. Terbukti berhasil mengubah masyarakat dari yang individualistik menjadi masyarakat yang rahmatan lilalamin.Hidayat menjelaskan, tokoh-tokoh umat Islam seperti Ahmad Dahlan, Cokroaminoto, Wahab Chasbullah, Mohammad Natsir, dan yang lainnya tak sekadar berdakwah namun juga membangkitkan nasionalisme.

"Jadi dakwah juga menghadirkan nasionalisme Indonesia merdeka," ucapnya.

Kunci utama dakwah, tegas Hidayat adalah konsisten berpegang pada Alquran dan Hadist serta tidak melampaui batas. Seperti ketika Rasulullah mengutus sahabat berdakwah ke Yaman.Saat itu Rasulullah bertanya apa pegangan untuk berdakwah. Sahabat itu, ungkapnya, lantas menjawab, pegangan berdakwah adalah Al Quran, Sunah Rasul, dan berijitihad yang tak melampaui batas.

"Ketiga hal tersebut merupakan dasar berdakwah yang luar biasa," ujarnya.

Ketika pegangan tersebut dijadikan acuan sebab kondisi tempat dakwah bermacam-macam kondisinya. "Nanti anda akan berdakwah di daerah perbatasan, pulau-pulau kecil, atau daerah minim informasi," paparnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler