Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Sepasang Giant Panda Cina Tiba di Indonesia

Kamis 28 Sep 2017 10:16 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Andi Nur Aminah

Giant Panda

Giant Panda

Foto: wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Dua Giant Panda asal Cina tiba di Bandara Soekarno Hatta Indonesia dengan pesawat kargo Garuda Airlines, Kamis (28/9). Ini menjadi pertama kalinya Indonesia menerima koleksi sepasang Giant Panda dari Cina sekaligus menjadi negara ke-16 yang mendapatkan peminjaman Giant Panda untuk dikembangbiakan (breeding loan).

Kehadiran Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) merupakan tindak lanjut nota kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC), serta nota kerja sama business to business antara PT Taman Safari Indonesia (TSI) dengan China Wildlife Conservation Association (CWCA), pada 1 Agustus 2016 di Guiyang, Cina.

Untuk diketahui, Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca) merupakan salah satu satwa endemik dan kharismatik yang berasal dari Cina. Warna bulu hitam dan putih serta sifat dasar panda yang lembut, dipercaya layaknya Yin dan Yang dapat membawa kedamaian dan keselarasan dalam hidup bagi rakyat Cina.

Tak heran jika satwa besar tersebut kerap digunakan sebagai hadiah persahabatan dari Cina kepada negara sahabat. Sekaligus sebagai upaya pemeliharaan ex situ. Selain Indonesia, 15 negara lain yang telah menjalin kerja sama konservasi Giant Panda dengan Cina yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, Austria, Spanyol, Inggris, Belgia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat dan Kanada.

Kedatangan sepasang panda ini disambut langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Perwakilan Direktur Utama PT TSI Jansen Manangsang dan Sigit Munarto dari Garuda Indonesia. Bertempat di terminal kargo Bandara Soekarno Hatta, Jansen mengatakan, kedatangan panda ini karena keberhasilan TSI sebagai lembaga konservasi. "Taman Safari bahkan ditunjuk sebagai lembaga konservasi ex situ pertama oleh Menteri LHK," katanya, Kamis (28/9).

Lima tahun lalu presiden Indonesia melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Cina. Dalam lertemuan tersebut, ia melanjutkan, TSI mendapat izin peminjaman sepasang panda untuk pengembangbiakan. "Nantinya masyarakat tidak bisa melihat panda di Cisarua, tidak perlu jauh-jauh," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA