Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Prangko Jadi Sarana Rekam Perjalanan Sejarah

Rabu 27 Sep 2017 17:55 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dwi Murdaningsih

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) Sekretariat Jenderal MPR RI Siti Fauziah.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) Sekretariat Jenderal MPR RI Siti Fauziah.

Foto: mpr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) Sekretariat Jenderal MPR RI Siti Fauziah memberikan apresiasi tinggi atas gelar acara Pameran Filateli bertema ‘Perangko dalam Kebhinnekaan’. Acara ini dalam rangkaian HUT DPR ke-72 dan sekaligus memperingati Hari Pos Telekomunikasi Telegraf yang diselenggarakan sejak tanggal 26-29 September 2017, di Lobby Gedung Nusantara DPR, Jakarta.

“Saya kebetulan seorang filatelis hobi mengkoleksi perangko. Jadi momen acara tersebut saya hadir dan menikmati pameran yang digelar.  Suasana pameran sangat meriah, penuh dengan koleksi perangko yang tertata apik dan sepertinya diseting sesuai alur cerita atau tematik,” katanya, di Gedung MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9).

Secara umum, kata Siti Fauziah, eksistensi perangko bukan hanya sebatas memorable dunia surat menyurat dan alat komunikasi utama di dekade tahun 70-an sampai 90-an, tapi juga merupakan sarana edukasi merekam perjalanan sejarah dan politik bangsa Indonesia juga dunia terutama untuk generasi muda saat ini.  

“Perangko telah menjadi bagian dari arsip sejarah yang penting. Banyak mendapatkan ilmu dan manfaat dari mengkoleksi perangko, baik dari perangko Indonesia atau pun yang dari luar negeri,  contoh nya seperti perangko seri cerita rakyat dimana di dalam nya tergambarkan cerita-cerita dari bebagai provinsi yang sekarang sudah kita jarang dengar lagi," kata dia.

Diakuinya, peran teknologi tidak bisa dibendung. Peran perangkopun tergantikan oleh modernisasi digital mulai dari era telepon seluler, SMS, electronic mail (email), Blackberry Messenger (BBM), facebook, sampai whatsup, line, instagram dan path. Generasi muda terutama yang lahir di era modernisasi teknologi adalah generasi yang tidak lagi menggunakan sarana komunikasi ‘jadul’ seperti perangko. Generasi muda tersebut hanya bisa mengetahui perangko dari buku sejarah dan cerita orang tuanya.

“Saya sendiri berusaha keras terutama kepada anak saya sendiri mengenalkan perangko dan fungsi-fungsinya dahulu sebab sarat akan pembelajaran tentang perjalanan bangsa. Alhamdulillah sepertinya generasi muda sekarang memberikan respon yang sangat baik.  Menurut saya itu adalah hal yang sangat baik. Generasi muda jangan sampai putus pengetahuan tentang perjalanan bangsanya sendiri,” kata dia.

Siti Fauziah berharap agar gelar acara pameran Filateli dapat digelar di MPR agar generasi muda bisa menambah ilmu dan manfaat untuk memahami bagian dari proses perjalanan bangsa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler