Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Empat Anak Badak Jawa Diberi Nama

Jumat 22 Sep 2017 21:49 WIB

Rep: Idealisa Masyafarina/ Red: Yudha Manggala P Putra

Badak Jawa

Badak Jawa

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara resmi memberikan nama kepada empat anak badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang lahir pada tahun 2016. Taman Nasional Ujung Kulon merupakan satu-satunya habitat bagi populasi badak Jawa yang tersisa saat ini.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menjelaskan, empat anak badak bercula satu tersebut terdiri atas 2 individu jantan dan 2 individu betina.

"Keempat anak badak jawa ini diberi nama Prabu, Manggala, Irna, dan Mayang. Pemberian nama ini atas kesepakatan dari komunitas spesies," ujar Wiratno saat peresmian nama badak Jawa dalam perayaan World Rhino Day 2017 dengan tema 'Di Ujung Cula Badak Jawa' yang berlokasi di Cilintang, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (22/9). Lokasi tersebut terdekat dengan habitat asli badak.

Wiratno memaparkan, jumlah populasi badak di Taman Nasional Ujung Kulon telah mencapai 67 individu. Pemantauan peningkatan populasi badak jawa dilakukan dengan kamera video trap sejak tahun 2011. Sebanyak 100 kamera trap ditempatkan di Semenanjung Ujung Kulon yang menjadi habitat badak jawa oleh Tim Monitoring Badak Jawa yang melibatkan masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional.

"Dari pantauan kamera trap, pada tahun 2016 populasi badak Jawa sekarang sudah 67 individu, terdiri dari 37 jantan 30 betina. Upaya konservasi harus terus dilakukan," tutur Wiratno.

Adapun sebanyak 67 ekor badak tersebut terdiri dari kelas umur anak 13 ekor dan kelas umur remaja-dewasa 54 individu. Menurutnya, populasi badak bercula satu ini sangat terancam sehingga sejak tahun 2007 kementerian telah melakukan berbagai rencana aksi konservasi.

Rencana aksi jangka pendek yang dilakukan antara lain, meningkatkan populasi badak jawa sebesar 20 persen, membangun populasi kedua badak jawa, serta membangun suaka badak jawa.

Rhinoceros sondaicus merupakan spesies paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia. Empat spesies badak lainnya yaitu Badak Putih, Badak Hitam, Badak Sumatra, dan Badak India. Dari lima jenis tersebut, hanya dua badak yang memiliki cula satu yaitu Badak India dan Badak Jawa, lainnya memiliki dua cula.

Keberadaan cula ini menjadi keunikan sekaligus ancaman bagi kelestarian badak. Cula badak banyak diincar oleh para pemburu karena dipercaya memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang mujarab untuk berbagai penyakit, serta sebagai dekorasi yang bernilai sangat tinggi.

Langkanya keberadaan satwa Badak Jawa, mengakibatkan satwa ini dikategorikan sebagai critically endangered dalam daftar Red List Data Book, oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).

Selain itu, Badak Jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah, serta ditetapkan sebagai jenis satwa dilindungi, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA