Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Sepuluh Ribu Korban First Travel Sudah Mendaftar di PKPU

Rabu 13 Sep 2017 17:41 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Endro Yuwanto

Dua orang korban penipuan First Travel melihat nama pada daftar di kantor tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Grand Wijaya Center, Jakarta, Jumat (8/9).

Dua orang korban penipuan First Travel melihat nama pada daftar di kantor tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Grand Wijaya Center, Jakarta, Jumat (8/9).

Foto: Antara/Reno Esnir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepuluh ribu jamaah korban First Travel telah mendaftar diri kepada pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Bahkan jumlah ini belum terhitung seluruhnya dari jumlah korban yang datang ke PKPU.

"Kalau diestimasikan sudah lebih dari 10 ribu untuk jamaah sendiri," ujar tim pengurus PKPU First Travel, Sexxio Yuni Noor Sidqi saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (13/9).

Namun, lanjut Sexxio, jumlah tersebut belum menghitung dengan korban yang mendaftar pada Selasa (12/9) dan Rabu (13/9) hari ini. Belum lagi ditambah dengan pendaftaran yang dibuka sampai Jumat (15/9) nanti. "Yang hari ini dan sampai Jumat (belum) dan yang kolektif dari kuasa hukum juga belum di input," jelasnya.

Salah satunya, kata Sexxio, Selasa (12/9) kemarin ada kuasa hukum yang bahkan mendaftarkan jamaahnya sebanyak 1.800 orang. Belum lagi dengan pihak vendor yang mendaftar tapi belum juga terinput.

"Ada hotel transit di Jakarta juga yang mendaftar.Ini belum semua ya, karena hari Senin saja belum semua di input. Nanti hari Jumat terakhirnya jadi mungkin akan bertambah terus," beber Sexxio.

Setiap hari, terang Sexxio, pendaftar bisa mencapai 300-400 berkas. Ditambah lagi satu berkas bisa terdiri dari puluhan bahkan ratusan korban yang mendaftar secara kolektif. "Per hari bisa 300-400 berkas dan per berkas isinya bisa puluhan bahkan ratusan jamaah," ujar dia menjelaskan.

Adapun untuk para vendor yang sudah mendaftarkan tagihannya, sambung Sexxio, di antaranya Hotel di Makkah Rp 24 miliar, pihak travel Rp 9,6 miliar, katering Rp 4,525 miliar, bus Rp 365 juta, dan tagihan dari Swiss Belhotel Airport Rp 626.980.940.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA