Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Petani Optimalkan Pompa Air Atasi Sawah yang Kekeringan

Selasa 12 Sep 2017 17:38 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andri Saubani

Petani memeriksa sawah yang kering akibat kekurangan pengairan

Petani memeriksa sawah yang kering akibat kekurangan pengairan

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Para petani di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan mengoptimalkan penggunaan pompa air untuk mengairi sawahnya yang mengalami kekeringan pada bulan ini. Upaya tersebut untuk mencegah terjadinya gagal panen

Keterangan yang diperoleh, Selasa (12/9), para petani di Sragi mulai memaksimalkan pompa-pompa air untuk mengambil air di saluran irigasi atau embung yang masih menyisakan sedikit air, dan juga sumur bor. Air tersebut digunakan untuk mempertahankan tanaman padinya agar tidak gagal panen tahun ini.

Menurut Sudirman, petani di Bakti Rasa, Sragi, air di saluran irigasi sebagian besar sudah menyusut, sehingga untuk mengairi sawahnya harus menggunakan pompa air untuk dialirkan ke sawah-sawah petani. “Masalahnya, kalau masih musim kemarau air irigasi atau embung kering, petani sulit mencari air lagi,” ujarnya saat dihubungi.

Ia mengaku kesulitan bila mencari air yang jauh dari sawahnya. Sedangkan untuk sumur bor dekat dengan sawah masih belum tersedia. Sedangkan tanaman padi di sawah memasuki musim panen beberapa waktu yang akan datang. Bila sawah tidak dialirkan air diperkirakan terancam gagal panen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Agus Santoso telah mensosialisasikan penggunaan pompa air untuk mengalirkan air ke sawah-sawah petani. Air saluran irigasi sudah tidak memungkinkan lagi menjangkau sawah-sawah petani, karena debitnya sudah menyusut termasuk juga embung.

Pihaknya meminta petani harus mengoptimalkan pompanisasi agar tanaman padi tidak mati pada musim kering sekarang. Tujuan menggunakan pompa saat ini, agar tanaman padi bisa bertahan sehingga ancaman gagal panen dapat teratasi.

Sawah petani di Sragi bergantung dengan saluran air irigasi. Pada siang hari, saluran irigasi debitnya menyusut apalagi pada musim kemarau sekarang. Sedangkan pada malam hari air mulai masuk karena terjadi pasang air laut.

Kondisi lahan pertanian di Kecamatan Sragi saat ini masih status terancam kekeringan. Areal persawahan seluas 2.960 hektare sudah tertanami padi semua.









BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA