Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Kandas dari PSM, PS TNI Kian Terpuruk

Ahad 10 Sep 2017 17:41 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ratna Puspita

Logo Liga 1 Indonesia.

Logo Liga 1 Indonesia.

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar kembali menampakkan reputasi baiknya setelah berhasil menumbangkan PS TNI, Ahad (10/9). Laga pekan ke-23 Liga 1 2017 antara kedua kesebelasan di Stadion Andi Mattalata berakhir dengan skor 4-1.

Ini menjadi hasil baik beruntun bagi PSM dalam enam laga terakhir. Sejak memulai putaran kedua Liga 1, skuat berjuluk Si Ayam Jantan dari Timur itu, tak pernah kalah, dengan dua kali imbang, dan empat kemenangan.

Sebaliknya bagi PS TNI, hasil ini membuat skuat itu kian terpuruk. Enam laga terakhir, kesebelasan dari Korps Militer tersebut tak pernah menang. Para penggawa asuhan Ivan Kolev itu kalah lima kali, dan main imbang sekali saat menjamu Barito Putera di pekan ke-20.

Hasil tersebut membuat PS TNI semakin dekat ke kolam degradasi. Saat ini, kesebelasan para tentara itu berada di peringkat ke-16 dengan nilai 26 angka. Terpaut tujuh angka dari Perseru Serui, di tangga pertama degradasi, dengan nilai 19 angka.

Sementara bagi Si Juku Eka, kemenangan dari PS TNI kali ini menunjukkan upaya keras skuat asuhan Robert Alberts menembus tiga besar klasemen sementara. Tambahan tiga angka dari laga ini membuat kesebelasan itu punya nilai sama dengan Persipura Jayapura, yakni 42 poin.

Tapi, PSM belum mampu menggeser Mutiara Hitam di tangga ketiga. Hamka Hamzah dan kawan-kawan, masih dipaksa tetap di peringkat keempat lantaran selisih gol. Skuat pelatih Wanderlay da Silva masih dominan dengan 42 total perolehan gol saat ini. PSM baru memiliki 37 gol.

Saat laga antara PSM dan PS TNI, kedua pelatih sebetulnya sama-sama bermain agresif dan saling menekan. Terapan kedua pelatih dalam skema 4-3-3, pun sama. Pelatih Alberts mengandalkan Ferdinand Sinaga, M Rahmat, dan Pavel Purishkin.

Sedangkan pelatih Kolev kembali memainkan Agil Munawar, Safrial Irfandi dan Erwin Ramdani. Permainan keras dan ngotot kedua kesebelasan, membuat pertandingan di setengah jam pertama, ramai dengan aksi pelanggaran. Namun tak ada gol yang terjadi.

PSM baru membuka membuka keunggulan pada menit ke-35. Pavel Purishkin mencatatkan namanya sebagai pembuka gol. Sebelum turun minum, persisnya pada menit ke-45, giliran Alfred Sinaga yang berhasil membikin kiper Dhika Bayangkara, kembali memungut bola dari sarangnya. Skor babak pertama, berakhir 2-0.

Memasuki babak kedua, permainan keras juga masih ditampilkan kedua kesebelasan. Rotasi pemain baru dilakukan pelatih tamu pada menit ke-55, dengan memainkan Yusuf Arfandi menggantikan Andi Setyo. Kini, PS TNI punya empat gelandang serang di lini depan.

Namun, PS TNI malah kembali kebobolan. Pada menit ke-71, kapten Hamka Hamzah menambah keunggulan PSM menjadi 3-0. Pelatih tuan rumah baru menjawab pergantian pemain, pada menit ke-74, dengan mengistirahatkan Pavel Purishkin. Posisinya sebagai penyerang, digantikan oleh Zulham Zamrun. Skor masih tetap 3-0.

Kerja keras PS TNI membalas gol baru makbul menjelang pertandingan usai. Pada menit ke-87, Wawan Febrianto berhasil membungkam gawang yang dijaga oleh kiper Rivki Mokodompit. Skor menjadi 3-1. Akan tetapi, sebelum pertandingan usai, Ferdinand Sinaga kembali membuat gol pada menit ke-90. Skor akhir menjadi 4-1.

Pada pertandingan lainnya, Ahad (10/9), Barito Putera berhasil mengalahkan Siriwijaya FC dengan skor 2-0. Hasil tersebut membuat kesebelasan berjuluk Laskar Antasari itu, naik melonjak ke-9 tangga klasemen dengan nilai 34 angka, menyalib Persib Bandung. Sementara Laskar Wong Kito, tetap bertahan di tangga ke-12 dengan nilai 28 angka. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA