Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Sektor Kuliner Potensial Bangkitkan Ekonomi Kreatif Daerah

Sabtu 02 Sep 2017 23:52 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Dwi Murdaningsih

Ayam betutu, kuliner lokal Bali. (ilustrasi)

Ayam betutu, kuliner lokal Bali. (ilustrasi)

Foto: wikimedia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sektor kuliner yang menjadi salah satu kekayaan Indonesia diharapkan dapat diperhatikan oleh pemerintah untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Di sektor ini juga mampu menyerap angkatan kerja.  

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Anang Hermansyah mengatakan pemerintah semestinya memberi perhatian yang serius terhadap sektor kuliner yang muncul dari berbagai daerah di Indonesia. "Sektor kuliner yang menjadi sub sektor dalam industri kreatif,  hingga saat ini belum tampak digarap serius oleh Bekraf. Padahal sektor ini sangat menjanjikan," kata Anang, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (2/8).

Anang mengatakan,  pemerintah pusat bersama pemda memetakan kuliner di masing-masing daerah serta mendata sebaran pelaku usaha di sektor ini. Jika peta sudah jelas, pemerintah daerah dan pemeritah pusat dapat merumuskan insentif kepada pelaku usaha di sektor kuliner ini. Menurut Anang, tujuannya agar dapat mengangkat sektor perekonomian di daerah.

Menurut Anang, sektor kuliner ini dapat menyerap tenaga kerja,  kontribusi pendapatan daerah serta ajang promosi wisata kuliner di daerah.  Kata Anang, diplomasi melalui kuliner ini cukup ampuh mendatangkan wisatawan dari luar daerah dan luar negeri. "Sektor ini saling tali temali dengan sektor kreatif lainnya," kata Anang.  

Musisi asal Jember ini menceritakan pengalaman yang dilakukan keluarganya dengan membuat oleh-oleh dari Malang Jawa Timur dengan merek "Asix"  yang diluncurkan pada 19 Agustus lalu. Menurut dia, respons masyarakat cukup bagus atas keberadaan kue yang diproduksi oleh keluarganya itu.  Lanjut Anang, dari laporan yang masuk,  sehari bisa menghabiskan 1.000 kotak kue.  Saat ini ada 70 tenaga kerja yang dipekerjakan di Asix oleh-oleh, pihaknya juga memberi ruang bagi produk UMKM yang terkendala modal dan promosi untuk dijual di toko Asix Oleh oleh.  

"Contoh tersebut membuktikan sektor kuliner memiliki nilai tambah yang bagus. Jika semua daerah muncul kuliner andalan dengan manajerial dan promosi yang bagus pasti akan bermanfaat untuk warga setempat," kata Anang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler