Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Pemerintah Kejar Pembangunan Infrastruktur di Sukabumi

Jumat 01 Sep 2017 09:39 WIB

Rep: Dessy Suciati/ Red: Indira Rezkisari

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunaikan ibadah Shalat Idul Adha 1438 H di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/9).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunaikan ibadah Shalat Idul Adha 1438 H di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/9).

Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar pembangunan jalan tol Bocimi (Bogor, Ciawi, Sukabumi) segera diselesaikan. Sehingga dapat memperpendek jarak tempuh serta mengurai kemacetan yang terjadi.

"Dari Jakarta ke Sukabumi itu bisa 6 hingga 7 jam bahkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Sukabumi ada menyampaikan ke saya 9 jam. Kemacetan ini yang akan kita selesaikan sehingga saya perintahkan kemarin untuk Tol Bocimi itu dipercepat selesainya," jelas Jokowi di halaman Masjid Agung Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/9).

Selain proyek tol Bocimi, pemerintah juga membangun jalur kereta api doubletrack Bogor-Sukabumi. Sehingga dapat mempermudah arus barang dan penumpang. Proyek pembangunan jalur kereta api inipun akan dikerjakan pada tahun ini.

Menurut Jokowi, pemerintah juga telah mempersiapkan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk pembangunan jalur kereta. "Tahun ini langsung kita segera kerjakan. Anggarannya kemarin dihitung kurang lebih Rp 400-an miliar," tambahnya.

Sementara itu, pengaktifan kembali jalur kereta api dari Sukabumi-Cianjur-Bandung juga akan dilakukan. Pemerintah menargetkan akan memulai revitalisasi pada 2019 mendatang.

"Sudah saya perintahkan kemarin untuk disurvei yang dari Sukabumi menuju Cianjur menuju ke Bandung revitalisasi total," ujar dia.

Menurut dia, pembangunan jalur kereta api ini juga tak terkendala oleh lahan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, pembebasan lahan tanah tak menjadi kendala utama. Pembebasan lahan terutama dilakukan di daerah perbukitan.

"Tidak masalah. Tanahnya sudah relatif dikuasai. Pembebasan itu terutama ada di bukit-bukit. Karena bukitnya tikungannya agak keras, tajam, pembebasan lebih banyak di sana. Bukan di masyarakat," jelas Budi.

Terkait pengaktifan kembali jalur kereta Sukabumi-Bandung, pemerintah akan merevitalisasi jalur kereta Cianjur-Padalarang sepanjang 45 km yang selama ini tak berfungsi.

"Kan sekarang jalurnya cuma Bandung sampai Padalarang terus putus. Kemudian Cianjur ke sini kan, nah itu digabung, diteruskan," tambah Budi.

Tak hanya jalan tol dan jalur kereta, pemerintah juga berencana membangun bandara yang diperuntukkan bagi pesawat perintis. Saat ini, proyek bandara itu masih dalam tahap perencanaan.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA