Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Bupati Hadiahi Penangkap Tikus Terbanyak dengan Pompa Air

Sabtu 02 Sep 2017 12:50 WIB

Red: Agus Yulianto

Para petani melakukan aksi gropyokan tikus di areal persawahan (Ilustrasi)

Para petani melakukan aksi gropyokan tikus di areal persawahan (Ilustrasi)

Foto: Republika/Lilis Handayani

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Bupati Lampung Tengah Mustafa memberikan hadiah berupa pompa air kepada kampung di Kecamatan Seputihraman yang warganya mampu menangkap tikus terbanyak dalam geropoyokan hama padi tersebut. Dalam geropoyokan tersebut, 29.623 ekor tikus berhasil ditangkap oleh para petani di 14 kampung di Kecamatan Seputihraman selama kurang dari satu hari.

"Geropyokan massal ini dilakukan karena kami tidak ingin gagal panen gara-gara tikus. Apalagi mayoritas masyarakat kami adalah petani padi," ujar Camat Seputih Raman, Nyoman Gunadi.

Ia menjelaskan, hal itu salah satu program pemerintah kecamatan yang diberi nama "Semua Peduli". Dalam kegiatan itu, semua unsur mulai dari muspika, masyarakat, petani, dan bahkan guru terlibat.

"Seputihraman adalah salah satu kecamatan yang menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Lampung. Untuk itu kami selalu menjaganya. Bupati Mustafa juga sangat mendukung program kami ini," kata dia.

Bentuk dukungan yang diberikan Bupati Lampung Tengah adalah bagi kampung yang mendapat tangkapan tikus paling banyak, diberi hadiah berupa pompa air. Kampung yang menerima hadiah dari Bupati Lampung Tengah tersebut adalah Kampung Rejoasri yang telah mengumpulkan 7.276 ekor tikus.

Nyoman Gunadi menjelaskan kegiatan itu akan terus menjadi agenda rutin Kecamatan Seputihraman setiap memasuki musim tanam, agar tanaman padi milik para petani tidak diserang tikus. Pihaknya berharap, ke depan masyarakat Kecamatan Seputihraman terus melaksanakan kegiatan gotong royong seperti itu.

Bupati Mustafa dalam berbagai kesempatan menyatakan tak henti-hentinya mengajak, bahkan terjun langsung untuk gotong royong bersama masyarakat, membangun daerah itu agar menjadi lebih baik.  "Jika gotong royong terus digalakkan, maka masyarakat akan menjadi kompak, petani tidak lagi mengalami gagal panen. Sehingga, jika tanaman padi subur, petani menjadi makmur, masyarakat jadi rukun, dan Lampung Tengah menjadi semakin maju dan sejahtera, " kata dia.







sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA