Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Bom Mobil Tewaskan 13 Orang di Afghanistan

Senin 28 Aug 2017 04:55 WIB

Rep: Kamran Dikrama/ Red: Andri Saubani

Aksi penculikan dan bom bunuh diri masih melanda Afghanistan. Tentara keamanan Afghanistan berjaga di lokasi bekas ledakan bom. (ilustrasi)

Aksi penculikan dan bom bunuh diri masih melanda Afghanistan. Tentara keamanan Afghanistan berjaga di lokasi bekas ledakan bom. (ilustrasi)

Foto: EPA/Hedayatullah Amin

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Serangan bom mobil terjadi di Provinsi Helmand, Afghanistan, Ahad (27/8). Serangan tersebut sedikitnya menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya.  "Korban tewas (akibat bom mobil) termasuk tentara dan warga sipil," ungkap Juru bicara gubernur Helmand Omar Zwak, seperti dilaporkan laman BBC.

Omar mengatakan, serangan bom juga mengakibatkan sedikitnya 19 orang luka-luka. Korban tewas dan luka, kata dia, segera dibawa ke rumah sakit di ibukota provinsi di Lashkar Gah.

Serangan bom mobil tersebut dilaporkan menargetkan sebuah kendaraan militer pemerintah di distrik Nawa. Dalam beberapa pekan terakhir, Distrik Nawa memang menjadi medan pertempuran yang sengit antara militer pemerintah dan milisi Taliban.

Insiden ini terjadi sebulan pascamiliter Afghanistan mengklaim telah merebut kembali Nawa dari Taliban. Kendati demikian, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Afghanistan memang dilandar teror bom. Belum lama ini, serangan bom terjadi di dekat markas besar polisi di Lashkar Gah. Pada Juni lalu, bom meledak di sekitar New Kabul Bank di kota Kabul. Serangan tersebut menyebabkan sejumlah personel militer dan warga sipil yang hendak berbelanja menyambut Idul Fitri tewas.

Sebelumnya, pada 31 Mei, Kabul juga diguncang bom berdaya ledak besar yang menyebabkan sekitar 150 orang tewas. Ini merupakan serangan teror paling mematikan sejak pasukan pimpinan Amerika Serikat menggulingkan Taliban dari kekuasaan pada 2001.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA