Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

‘Jangan Lakukan Pembakaran di Lahan Kosong’

Jumat 25 Aug 2017 14:28 WIB

Red: Ratna Puspita

Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/2). Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau menyatakan kebakaran lahan terus mengancam terutama di daerah pesisir timur, yang di

Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/2). Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau menyatakan kebakaran lahan terus mengancam terutama di daerah pesisir timur, yang di

Foto: FB Anggoro/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH — Masyarakat di wilayah Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, dilarang melakukan pembakaran di lahan kosong maupun kebun karena dapat memicu terbakarnya lahan gambut daerah tersebut.

"Pihak kecamatan selalu mengimbau masyarakat tidak bakar membakar, apalagi sejak kejadian kebakaran hutan dan lahan gambut sebelumnya, hingga bulan ini cuaca daerah kita masih kemarau,"kata Camat Kaway XVI, Khairuzzadi di Meulaboh, Jumat (25/8).

Ia menyatakan di wilayahnya saat ini sudah ditemukan kembali puluhan hektare hutan dan lahan gambut terbakar dalam dua hari terakhir tersebar pada empat desa, belum bisa dilakukan penanganan karena lokasi titik api jauh dari jalan desa.

TNI, Polri dari muspika Kaway XVI sudah turun memantau dan melaporkan adanya bencana alam tersebut untuk dicarikan solusi dan dilakukan pencegahan agar pesebaran titik kebakaran lahan gambut tidak terus meluas hingga membakar kawasan hutan lebat.

"Sudah kami ingatkan, tapi lokasi kebakaran kali ini jauh dari jalan, tidak bisa diterobos kendaraan armada damkar. Luasanya berfariasi tersebar di sekitaran empat desa itulah, asap juga sudah terasa saat malam," kata dia. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyatakan, hasil pendeteksian oleh satelit terpantau tiga titik panas di wilayah Aceh. "Hasil sensor modis menggunakan satelit, tiga hotspot (titik panas) berada di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar.

Titik panas tersebut masih sama dengan kemarin atau Kamis (24/8) sore, terutama lokasi wilayah dan letak titik koordinatnya. Ketiga titik panas ini terdeteksi oleh satelit Terra dan Aqua berada di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Tengah.

BMKG setempat memprediksi, musim kemarau panjang di wilayah Aceh baru berakhir pada September tahun ini. Hingga akhir Agustus ini sebagian besar wilayah Aceh masih berpeluang besar munculnya titik panas. "Bila ditinjau dari segi musim, maka Aceh masih dalam musim puncak kemarau. Kondisi itu berlangsung, sampai pekan pertama di bulan September," kata Zakaria.

Pekan kedua bulan depan, baru memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, walau di masa peralihan musim tersebut, tidak menutup kemungkinan munculnya titik panas, terutama di daerah yang rawan terbakar seperti lahan bergambut. "Ini terjadi disebabkan di musim pancaroba itu, masih jarang hujan. Dan hujan yang turun, belum cukup untuk membasahi daun yang berguguran dan rumput kering," kata Zakaria.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA