Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Doa Kami untuk Garuda Muda

Sabtu 26 Aug 2017 01:00 WIB

Red: Agus Yulianto

Mohammad Akbar (wartawan Republika)

Mohammad Akbar (wartawan Republika)

Foto: dok.Pribadi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Wartawan Republika, Mohammad Akbar

"Hanya dengan prestasi saja, kebanggaan terhadap sepak bola Indonesia akan bisa terangkat."

Ada euforia yang membaluri jiwa sebagian besar penduduk negeri ini ketika menyaksikan tim nasional (timnas) U-22 memastikan diri lolos dari fase grup B SEA Games 2017. Ada ikhtiar tanpa lelah yang telah ditunjukkan Evan Dimas dan kawan-kawan untuk bisa lolos dari grup neraka ini. Setidaknya, kemenangan 2-0 dari 10 pemain Kamboja sudah cukup melapangkan hati para suporter Merah Putih -- baik yang memadati Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, maupun suporter yang hanya berkesempatan menyaksikannya melalui layar kaca televisi dari Tanah Air. Ya, kami semua bergembira!

Kegembiraan kami tentunya mempunyai alasan yang begitu kuat. Sepak bola negeri ini sudah begitu lama miskin prestasi. Bahkan, untuk level di kawasan Asia Tenggara saja, prestasi timnas Indonesia masih jauh dari kata yang bisa membanggakan. Medali emas terakhir yang pernah dipersembahkan buat para pecinta sepak bola di negeri ini sudah begitu lama didapat. Tepatnya, 26 tahun silam ketika sang saka Merah Putih berkibar di Manila, Filipina. Setelah itu, pencapaian terbaik hanya mampu meraih medali perak pada SEA Games 1997, 2011, dan 2013. Sementara, dalam lima penyelenggaraan SEA Games terakhir, Thailand dan Malaysia saling berbagi dominasinya dalam merebut medali emas.

Kini, harapan kami masih tetap sama dan masih besar kepada pasukan Garuda Muda. Kami rindu prestasi! Hanya dengan prestasi saja, kebanggaan terhadap sepak bola Indonesia akan bisa terangkat. Dalam mengukur prestasi ini, sesungguhnya cara yang termudah adalah merebut kemenangan dari setiap event yang diikuti.

Khusus penyelenggaraan SEA Games tahun ini, dahaga kami untuk bisa menikmati kemenangan sepak bola Indonesia sudah sangat besar. Ibaratnya, hasrat juara itu sudah sampai ke ubun-ubun. Keinginan itu secara tak sadar langsung menggelembung sejak pesta pembukaan SEA Games 2017 digelar pada pekan lalu. Pada awal penyelenggaraan, harkat martabat negeri ini seperti dilecehkan oleh Malaysia yang menjadi tuan rumah. Insiden pencantuman bendera Indonesia yang dipasang terbalik pada booklet acara pembukaan, lalu ditambah dengan deretan adanya dugaan kecurangan yang dialami atlet-atlet Indonesia, semakin membakar emosi dan meluapnya hasrat untuk menyaksikan Indonesia bisa berprestasi lebih baik di negeri Jiran tersebut.

Ah, maafkanlah jika kami yang ada di seberang negeri ini telah terjebak baper alias terbawa perasaan setelah menyaksikan deretan insiden kecurangan yang begitu telanjang. Ya, semua itu memang tampak telanjang karena kami bisa begitu mudah mengakses deretan kecurangan itu melalui video yang terunggah di kanal Youtube. Marah, kesal, dan sedih, sudah membaur menjadi satu ketika menyaksikan atlet-atlet terbaik negeri ini yang telah berlatih berhari-hari lamanya, pada akhirnya harus dikalahkan karena persoalan teknis yang tak masuk di akal.

Jadi, ketika timnas U-22 berhasil memastikan diri lolos dari grup neraka, rasanya ada semacam klimaks yang didapat. Ekstase itu pun kian melambung tinggi karena lawan Indonesia di semifinal adalah Malaysia. Doa kami hanya sederhana saja;"Ya Tuhan, mudahkanlah segala urusan kami. Tunjukkan yang terbaik itu kepada kami!" Ah, tanpa sadar doa itu telah mengalir untuk mendukung pasukan Garuda Muda guna meraih prestasi yang telah lama pergi dari negeri ini.

Tentunya, doa tanpa ikhtiar, hanya akan menjadi pekerjaan yang sia-sia saja. Biarlah kami yang menjadi pemain ke-12 ini memanjatkan doa buat timnas. Sementara, tugas kalian -- Evan Dimas dan kawan-kawan -- adalah berjuang secara maksimal untuk mengalahkan Malaysia di semifinal SEA Games yang akan digelar pada Sabtu (26/8) malam di Stadion Shah Alam. Berjuanglah terus Garuda Muda! Doa kami menyertaimu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA