Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Jumlah Fasilitas Muslim di Korea Meningkat

Kamis 24 Aug 2017 06:29 WIB

Rep: Lida Puspanigtyas/ Red: Winda Destiana Putri

Sejumlah turis Muslim asal Indonesia berpose di depan salah satu masjid di Korea Selatan.

Sejumlah turis Muslim asal Indonesia berpose di depan salah satu masjid di Korea Selatan.

Foto: Dok pribadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah Masjid dan restoran halal di Korea mulai menemui peningkatan signifikan. Hal ini dikarenakan permintaan yang juga ikut meningkat akibat semakin banyaknya wisatawan Muslim ke Korea.

Dilansir siaran pers yang diterima Republika, Rabu (23/8) Korea Tourism Organization (KTO) mencatat Korea semakin banyak menyediakan fasilitas Muslim. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak tempat-tempat wisata yang menyediakan musholla.

Sampai saat ini, terdapat 42 musholla yang tersebar di bandara, hotel dan tempat wisata seperti Pulau Nami, Everland, Seoul Land, Lotte World, COEX, Petite France dan tempat wisata lainnya. Baru-baru ini, Lotte Department Store Avenuel di Jamsil juga menjadi department store pertama yang menyediakan musholla.

Selain itu, penambahan jumlah Masjid juga terjadi di beberapa wilayah. Hingga saat ini terdapat 15 masjid di Korea, yaitu di Seoul, Gwangju, Pocheon, Paju, Gimpo, Bupyeong, Ansan, Anyang, Daejon, Jeonju, Daegu, Changwon, Busan dan Jeju.

Selain musholla, restoran ramah Muslim juga semakin berkembang. KTO telah mengembangkan restoran ramah Muslim dari 135 restoran menjadi 252 restoran. Restoran ramah Muslim tersebut diklasifikasikan menjadi empat yaitu bersertifikasi halal resmi (halal certified), sertifikasi halal sendiri (self-certified), ramah Muslim (Muslim- friendly), dan bebas babi (pork free).

Restoran bersertifikasi halal resmi adalah restoran yang disertifikasi oleh lembaga sertifikasi eksternal resmi dan hanya menjual menu halal. Sementara restoran bersertifikasi halal sendiri adalah restoran yang pemiliknya menyatakan kehalalan menu yang dijual oleh restorannya.

Selain itu, restoran Ramah Muslim adalah restoran yang sebagian menunya halal. Sedangan restoran bebas babi adalah restoran yang tidak menggunakan babi sama sekali dalam bahan makanannya.

Menurut KTO, dari jumlah wisatawan Muslim di Korea, sebanyak 45 persen diantaranya adalah berasal dari Indonesia dan Malaysia. Sehingga kedua negara tersebut menjadi pasar wisatawan Muslim terbesar bagi Korea.

Sementara, penyediaan fasilitas Musholla adalah bagian dari usaha Korea untuk memberikan pelayanan pariwisata terbaiknya. Ini bertujuan mengurangi ketidaknyamanan wisatawan Muslim ketika berwisata di Korea.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA