Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Si Ratu Wushu Lindswell Kwok

Rabu 23 Aug 2017 05:06 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Ratna Puspita

Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok memegang medali ketika upacara penyerahan medali wushu nomor Taijijian putri di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (21/8).

Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok memegang medali ketika upacara penyerahan medali wushu nomor Taijijian putri di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (21/8).

Foto: Antara/Wahyu Putro A

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Lindswell terlihat sangat percaya diri ketika berlaga pada nomor taijijian (jurus pedang) putri pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia. Kematangan yang dimilikinya di lapangan membuatnya menghipnotis penonton. Gerakannya begitu sempurna. 

Lindswell pun memperoleh skor 9,68 . Dia mengalahkan atlet wushu Filipina, Agatha Chrstenzen yang miengantongi skor 9,65 serta atlet Malaysia Yee Jo Audrey yang memiliki skor 9,64. Keduanya harus puas berada di bawah Lindswell dengan raihan perak serta perunggu.

Lindswell memang piawai memainkan pedang pada cabang olahraga wushu. Bahkan, dia julukan ratu wushu negri ini karena dijamin meraih medali emas saat turun di atas arena. Keberhasilan meraih emas di Kuala Lumpur mencatat namanya dalam sejarah yakni meraih medali emas empat kali berturut-turut SEA Games. 

"Puas bisa bertahan. Dalam latihan sendiri, aku berat dengan kondisi cedera seperti ini. Bisa fokus, mental aku masih bisa bertahan di pertandingan ini," ucap Lindswell saat diwawancara Republika, Senin (21/8).

Lulusan Universitas Sumatra Utara (USU) ini menuturkan selain persiapan, mental memang menjadi kunci untuk memenangkan pertandingan. “Lawan yang paling berat ialah diri sendiri. Kalau grogi atau takut, bisa gagal. Mental bertanding harus siap. Walaupun kondisi fisik sedang turun, dengan mental yang baik bisa tetap bertanding," kata bungsu dari enam bersaudara itu.

Atlet berusia 26 tahun itu mengalami cedera sebelum berlaga di Malaysia. Lindswell bisa saja tampil di dua nomor yakni taijijian dan taijiquan. Namun, dia memutuskan hanya tampil pada satu nomor. “Aku memperhitungkan cedera kemarin dan memilih fokus satu nomor agar mendapatkan hasil maksimal," ujar dia. 

Lindswell memulai kariernya setelah mengikuti ajang World Junior Wushu Championship (WJWC) 2006 di Kuala Lumpur. Dalam ajang itu, Lindswell berhasil meraih medali perunggu. Dua tahun berikutnya yakni 2008, Lindswell mampu menyabet medali emas ketika Indonesia menjadi tuan rumah WJWC II di gelar di Bali.

Setahun kemudian, Lindswell ‘promosi’ ke ajang senior. Pada 2009, Lindswell mewakili Indonesia di ajang World Wushu Championship (WWC) di Ontario, Kanada. Tak tanggung-tanggung Lindswell pun mampu meraih medali emas di ajang tersebut.

Dia juga meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia 2013 dan 2015. Jika ada yang masih menjadi impian Lindwell sekarang ini yakni medali emas Asian Games. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Lindswell gagal meraih medali emas setelah kalah dari Yu Mengmeng asal Cina.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA