Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Kemenkes Catat 23 Kasus MERS dan Malaria Terjadi di Saudi

Selasa 22 Aug 2017 11:12 WIB

Rep: Lida Puspanigtyas/ Red: Winda Destiana Putri

MERS

MERS

Foto: [ist]

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat 23 kasus Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS) dalam 25 hari terakhir. Media lokal menyebut sebagian besar kasus berasal dari wilayah pinggiran.

Dilansir Arab News, sebanyak 13 kasus terjadi di Dumat Al-Jandal. Wilayah yang terletak di provinsi Al-Jawf ini disebut juga kota kuno di bagian timur laut Saudi. Selain itu, tiga kasus MERS tercatat di Jeddah, dua di Riyadh dan sisanya di Khamis Mushayt, Madinah dan Hail.

Sejauh ini, tidak ada laporan MERS menginfeksi jamaah haji. Delapan kasus penularan terjadi di fasilitas kesehatan, 12 kasus akibat kontak langsung dengan unta dan tiga kasus masih dalam investigasi.

Konsultan pengendali infeksi, Dr. Mohamed Abdel Rahman menyarankan masyarakat untuk waspada saat menengok pasien di rumah sakit. Terutama bagi manula yang fisiknya lemah.

Menurut data antara 4 Juli hingga 12 Agustus lalu, Saudi Arabia laporkan 26 kasus MERS namun tidak terjadi pada jamaah haji. Sejak Juni 2012, tercatat 1.667 kasus termasuk 680 kematian di sejumlah wilayah Saudi. 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat 58 kasus malaria pada jamaah haji. Mereka berasal dari delapan negara. Semua kasus tercatat dibawa oleh jamaah dari negaranya karena area haji sudah dinyatakan bebas nyamuk malaria.

Menurut kantor berita Saudi, SPA, sebanyak 56 pasien sudah dinyatakan sembuh dan dua orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Kementerian menyampaikan malaria adalah endemik di sejumlah negara Muslim dan sejumlah kasus tercatat dari tahun ke tahun.

Penanganannya dari sisi pencegahan penularan, kementerian terus melakukan monitoring dan investigasi selama musim haji. Agar kasus yang mungkin bisa terdeteksi secepatnya.

Kementerian juga melakukan metode pemeriksaan cepat di wilayah penerimaan jamaah. Perawatan dilakukan berdasarkan klasifikasi. "Pencegahan penyakit endemik di area haji tergantung dari pengawasan dan upaya pencegahan serangga masuk ke area haji," katanya.

Tim kesehatan pun rutin melakukan kunjungan untuk memastikan area haji bebas dari sumber penyakit. Tim melakukan koordinasi, evaluasi, deteksi dini hingga layanan penuh di wilayah dan rumah sakit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA