Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Pengembangan Bandara Silangit Selesai Pada September 2017

Senin 07 Aug 2017 21:59 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Hazliansyah

Pesawat Garuda Explorer ATR72-600 tiba di bandara Silangit, Siborongborong, Sumatera Utara, Jumat (19/8)

Pesawat Garuda Explorer ATR72-600 tiba di bandara Silangit, Siborongborong, Sumatera Utara, Jumat (19/8)

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura II memastikan pengembangan Bandara Silangit, Tapanuli Utara senilai Rp 369 miliar akan tuntas pada September 2017.

Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, penyelesaian itu sesuai jadwal sehingga dapat maksimal dalam mendukung pariwisata di Sumatera Utara.

Jika pengembangan selesai, Bandara Silangit akan mulai melayani penerbangan internasional. Untuk itu pihaknya saat ini tengah melakukan sejumlah persiapan bersama instansi lain khususnya bea dan cukai, imigrasi, serta karantina.

Pengembangan Bandara Silangit, lanjut dia, salah satunya dilakukan dalam rangka mendukung peningkatan konektivitas transportasi udara.

"Sebagaimana dicanangkan pemerintah sehingga dapat mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata yang dalam hal ini adalah kawasan Danau Toba," kata Awaluddin dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (7/8).

Dia menegaskan, sebanyak tiga maskapai yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Group sudah menyatakan tertarik untuk melayani penerbangan internasional di Bandara Silangit. Kemungkinan rute internasional di Bandara Silangit yaitu dari dan ke Singapura atau Kuala Lumpur, Malaysia sehingga dapat menarik wisatawan mancanegara khususnya asal Cina.

Pengembangan keseluruhan di Bandara Silangit diantaranya mencakup perluasan landasan pacu dari 2400 x 30 meter menjadi 2650 x 45 meter. Penambahan kapasitas apron juga dilakukan dari menampung dua unit pesawat Boeing 737 500 menjadi dapat menampung empat unit pesawat Boeing 737 900 Extended Range atau sekelas.

Pengembangan juga menyentuh perluasan terminal dari berkapasitas 36.500 penumpang pertahun menjadi berkapasitas satu juta. Angkasa Pura II juga membangun sarana dan prasarana pendukung operasional lainnya. Rahayu Subekti

Penerbangan langsung Jakarta-Silangit secara perdana dilayani oleh Garuda Indonesia pada 22 Maret 2016, kemudian disusul oleh Sriwijaya Air pada 26 April 2016. Jumlah penumpang di Bandara Silangit bertambah signifikan pada Semester satu 2017 yang mencapai 124.701 penumpang. Angka itu naik hingga 300 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebanyak 31.054 penumpang.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA