Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

SMF Salurkan Dana KPR Rp 32,64 Triliun

Senin 07 Aug 2017 15:00 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Logo SMF

Logo SMF

Foto: Sekper SMF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF melalui sekuritisasi pembiayaan tercatat sejak awal berdiri telah mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai Rp 32,64 triliun hingga Juni 2017.

SMF merupakan BUMN yang didirikan pada tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan melalui sekuritisasi dan pembiayaan. SMF memilki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi, dan pembiayaan.

Dengan demikian, diharapkan penyaluran KPR dapat meningkatkan volume penerbitan KPR, terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo merinci, dari sebanyak Rp 32,64 triliun tersebut terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp 8,155 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 24,488 triliun.

"Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 2,04 triliun disalurkan melalui BPD," kata Ananta dalam rilis yang diterima Republika, Senin (7/8).

Ananta menjelaskan, di tahun 2017 ini SMF tengah fokus untuk meningkatkan kerjasama dengan BPD seluruh Indonesia. Adapun sampai dengan saat ini SMF telah bekerjasama dengan 11 BPD untuk pembiayaan, dan tercatat 23 BPD yang telah mengikuti program pelatihan KPR SMF.

Menurutnya, untuk dapat mendukung perluasan akses pembiayaan di daerah, SMF tidak hanya menyalurkan dana tetapi juga secara berkesinambungan melaksanakan sosialisasi dan pelatihan KPR bekerjasama dengan seluruh Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.

"Adapun pelatihan tersebut, dapat berupa pelatihan KPR kolektif maupun ekslusif di masing-masing BPD," kata Ananta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA