Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Ayam Taliwang Diusulkan Jadi Warisan Budaya tak Benda

Kamis 03 Aug 2017 19:19 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Indira Rezkisari

Ayam Taliwang

Ayam Taliwang

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin meminta Dinas Koperasi dan UMKM NTB untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya perlindungan hak cipta terhadap produk-produk UMKM NTB. Salah satu yang terpikir untuk dipatenkan adalah ayam taliwang.

"Contoh Semarang terkenal dengan lumpia yang sudah dicatat sebagai warisan budaya. Padahal, semua daerah mungkin ada lumpia tapi yang tercatat itu yang Semarang," ujar Amin saat membuka NTB Expo 2017 di pelataran Kompleks Islamic Center NTB, Kamis (3/8).

Amin menilai, pengakuan produk UMKM yang menjadi warisan budaya sebuah daerah akan semakin mengenalkan daerah itu kepada dunia luar. Terlebih NTB kini sudah menjadi salah satu destinasi wisata.

Amin mengapresiasi telah ditetapkan kesenian Gendang Beleq sebagai warisan budaya asal NTB. Namun, menurut Amin, masih banyak khazanah budaya dan juga produk UMKM asal NTB yang perlu mendapat pengakuan sebagai warisan budaya.

"Produk makanan seperti Ayam Taliwang itu belum terdaftar di warisan budaya tak benda, ini harus kita punya dan masih banyak lagi yang lain," ucap Amin.

Amin menyampaikan, pengakuan sebagai warisan budaya diperlukan untuk meminimalisir adanya saling klaim antar daerah, bahkan antar negara seperti yang kerap terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Selain itu, hal ini juga sempat terjadi antara Lombok dan Bali terkait kain rangrang.

Amin menilai NTB Expo 2017 merupakan ajang strategis bagi para pelaku UMKM untuk memamerkan produk unggulannya kepada pangsa pasar yang lebih luas.

Selain membantu promosi, Pemprov NTB, kata Amin, terus berupaya melakukan pembinaan dan membranding serta melindungi hak merek dari produk-produk UKM berkualitas NTB. "UKM merupakan sektor penting untuk menyerap tenaga kerja, yang hingga kini sudah mencapai 21 persen," ucap Amin.

Deputi Bidang Promosi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan Expo seperti ini sangat dibutuhkan koperasi dan UKM untuk mengenalkan produk mereka di tingkat regional, nasional maupun internasional.

"Dengan potensi UKM di NTB yang terkenal akan kualitasnya, ajang seperti NTB expo harus rutin dikembangkan khususnya UMKM yang belum dikenal agar market mereka jadi semakin luas," kata Dipta.

Dipta menambahkan pelaksanaan expo juga harus dapat mendatangkan buyers agar produk yang dipamerkan dapat laris terjual. Mengaitkan potensi UKM dan potensi pariwisata dengan expo, lanjut Dipta, merupakan langkah cerdas dalam membantu pemasaran UKM. "NTB banyak didatangi oleh wisatawan, kita arahkan mereka ke sini agar mereka juga bisa belanja," ungkap Dipta.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA