Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Inflasi Juli Mencapai 0,22 Persen

Selasa 01 Aug 2017 15:21 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait inflasi pada bulan Januari di Gedung BPS Jakarta, Rabu (1/2).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait inflasi pada bulan Januari di Gedung BPS Jakarta, Rabu (1/2).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pada Juli 2017 terjadi inflasi 0,22 persen. Angka tersebut disertai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,72 pada Juni 2017 menjadi 130,0 pada bulan ini.

Inflasi tahun kalender tercatat 2,6 persen (ytd). Inflasi tahunan mencapai 3,88 persen (yoy). "Inflasi ini kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu tercatat lebih rendah karena tahun lalu sebesar 0,69 persen," kata Suhariyanto di Kantor BPS, Selasa (1/8).

Dia menuturkan, angka inflasi tersebut didapatkan dari hasil pemantauan BPS di 82 kota pada Juli 2017. Dari 82 kota ini yang mengalami inflasi ada 59 kota dan 23 kota mengalami deflasi.

Suhariyanto menyebut daerah Bau-Bau menjadi lokasi yang mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,44 persen dengan IHK sebesar 134,83. Lalu Meulaboh menjadi daerah yang mengalami inflasi terendah sebesar 0,01 persen dengan IHK 127,99 persen. Selanjutnya, Marauke menjadi daerah di Indonesia yang mengalami deflasi tertinggi.

"Kalau Marauke ini sebesar 1,50 persen dengan IHK 133,53," tutur Suhariyanto.

Sementara deflasi terendah, lanjut dia, terjadi di Mertro dan Probolinggo. Masing-masing kota tersebut mengalami deflasi terendah 0,07 persen dengan IHK Metro 136,49 dan Probolinggo 126,10.

Dengan angka inflasi 0,22 persen, Suhariyanto menilai hal itu meruapakan catatan positif. "Ini sebenarnya posisinya bagus sekali dan ini terjadi setelah normalisasi setelah lebaran dan dampak karena harga listrik yang tinggi sudah tidak ada lagi pada Juli 2017," kata dia.

Dengan adanya inflasi yang terkendali, Suahariyanto menganggap nantinya akan berdampak kepada daya beli masyarakat. Menurutnya, dengan angka inflasi Juli 2017 yang lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu maka akan berdampak positif untuk daya beli masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA