Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Demonstran Minta Dubes Israel Diusir dari Yordania

Sabtu 29 Jul 2017 17:30 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nidia Zuraya

Aksi demonstrasi warga Yordania menentang Israel.

Aksi demonstrasi warga Yordania menentang Israel.

Foto: AP/Mohammad Hannon

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Ratusan demonstran berkumpul di dekat Kedutaan Besar Israel di ibukota Amman, Yordania, pada Jumat (28/7). Mereka mengungkapkan kemarahan karena penjaga kedutaan Israel yang menembak mati dua warga Yordania, telah kembali ke Israel dan mendapat kekebalan diplomatik.

Mereka beramai-ramai meneriakkan "kematian untuk Israel!" dan menyerukan pengusiran Dubes Israel dari Amman. Para demonstran itu juga ingin agar Yordania membatalkan perjanjian damai dengan Israel.

Pada Ahad (23/7) lalu, seorang penjaga kedutaan Israel menembak mati seorang remaja Yordania bernama Mohammad Jawawdah. Pelaku juga menembak mati pemilik rumah yang ditempatinya selama tinggal di Amman. Israel mengklaim, pelaku tengah membela diri setelah Jawawdah menyerangnya dengan obeng.

Raja Yordania Abdullah II dengan marah menuntut Israel agar mengadili pelaku penembakan itu. Dia juga mengunjungi keluarga korban yang terbunuh untuk menyampaikan bela sungkawa.

Akan tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memberi ucapan selamat datang kepada pelaku setelah dipulangkan ke Israel. Netanyahu menyatakan, penjaga kedutaan telah memiliki kekebalan diplomatik.

Raja Abdullah II, dalam sebuah pertemuan dengan pejabat tinggi pemerintah Yordania, mengatakan penembakan di kedutaan Israel akan berdampak langsung pada hubungan kedua negara. Dia juga mengatakan, Netanyahu harus mengambil tindakan hukum terhadap penjaga tersebut, dan bukannya menggunakan aksi kejahatan ini untuk mencapai keuntungan politik pribadi.

"Perilaku yang tidak dapat diterima dan provokatif telah membuat kita marah, menyebabkan keresahan, dan memicu ekstremisme di wilayah ini," ujar Raja Abdullah II, dikutip Alarabiya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA