Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Kirim Hafiz Keluar Negeri, Saatnya Indonesia Tebar Manfaat

Rabu 26 Jul 2017 16:51 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Agus Yulianto

Pembina Yayasan Ihaqi Ustadz Erick Yusuf menyampaikan tausiyahnya saat acara Power Vision Key of Success di Menara 165 TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad (16/7).

Pembina Yayasan Ihaqi Ustadz Erick Yusuf menyampaikan tausiyahnya saat acara Power Vision Key of Success di Menara 165 TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad (16/7).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Erick Yusuf menyambut bahagia rencana Kementerian Agama Republik Indonesia mengirim hafidz-hafidz Indonesia ke luar negeri. Menurutnya, ini adalah kesempatan baik untuk menebar manfaat lebih luas.

"Saya gembira sekali, senang, bangga," kata dia pada Republika.co.id, Rabu (26/7). Menurutnya, Indonesia adalah negara Muslim terbesar sehingga harus menebar manfaat tidak hanya di dalam tapi juga di luar negara.

Ia mengatakan, saat ini, banyak negara yang sedang membutuhkan pasokan ilmu Islam. "Negara yang sekarang giroh Islamnya sedang besar, banyak mualaf-mualaf yang ingin belajar," kata dia.

Indonesia memiliki punya peluang besar untuk membantu membangkitkan semangat mempelajari Islam di seluruh dunia. Banyaknya permintaan mengirim hafiz pun akan membantu meningkatkan semangat Islam di dalam negeri.

"Akan muncul rumah-rumah tahfiz, ini bagus, semakin banyak permintaan, maka upaya memasok hafiz akan semakin banyak juga," kata Pendiri lembaga dakwah iHaqi ini. Meski demikian, ia mengingatkan, bahwa hafiz-hafiz ini pun harus dipersiapkan dan dimatangkan.

Agar mereka siap menghadapi segala tantangan di tempat yang menjadi tujuannya. Agar ia menjadi profesional yang tidak hanya bermodalkan pengetahuan Alquran, tapi juga memiliki kesiapan untuk adaptasi baik dari segi bahasa, sosial, dan budayanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA