Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Penjualan Mobil di Eropa Catat Rekor Terendah pada 2021

Rabu 19 Jan 2022 11:24 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Perempuan berkendara. Ilustrasi

Perempuan berkendara. Ilustrasi

Foto: Telegraph
Penjualan mobil di Eropa turun 1,5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Registrasi mobil baru di Eropa turun 1,5 persen pada 2021. Angka ini bahkan lebih jauh di bawah rekor terendah penjualan 2020 sebelumnya.

Menurut data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), kekurangan semikonduktor global dan masalah rantai pasokan lainnya telah mengurangi pengiriman mobil secara global. Banyak pembuat mobil tidak dapat memenuhi permintaan.

Baca Juga

Jerman adalah yang paling terpukul di antara pasar utama Uni Eropa. Data ACEA menunjukkan, Jerman mencatat penurunan penjualan 10,1 persen di tahun ini. Sementara yang lain seperti Italia, Spanyol dan Prancis melihat pertumbuhan marjinal.

Jumlah kendaraan baru yang terdaftar di Uni Eropa, Inggris dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) pada bulan Desember turun 21,7 persen (year on year). Angka ini juga menandai bulan keenam berturut-turut akan penurunan penjualan tersebut.

Meski secara totat penjualan mobil di Eropa turun, Penjualan Hyundai Motor Co. dan afiliasinya Kia Corp melonjak 21 persen dalam setahun. Penjualan Hyundai melebihi 1 juta unit di Eropa tahun lalu pada model ramah lingkungan.

Dikutip Yonhap, Rabu (19/1/2022), Hyundai dan Kia menjual 1.018.563 kendaraan gabungan di Eropa pada tahun 2021, didukung permintaan yang kuat untuk mobil ramah lingkungan keduanya. Kedua produsen mobil Korea Selatan itu mengalahkan BMW untuk menempati peringkat keempat dalam hal pangsa pasar tahun lalu, menyusul Grup Volkswagen, Stellantis, dan Grup Renault.

Stellantis adalah perusahaan patungan 50:50 yang dibentuk melalui penggabungan produsen mobil Amerika Serikat Fiat Chrysler dan produsen mobil Prancis PSA Groupe. Hyundai dan Kia mengklaim pangsa 8,7 persen di pasar kendaraan penumpang Eropa tahun lalu, naik 1,7 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2022, mereka bertujuan untuk menjual total 7,47 juta kendaraan. Angka ini naik 12 persen lebih tinggi dari penjualan mereka sebesar 6,67 juta mobil tahun lalu.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA