Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

KTB Ingin Pertahankan Pangsa Pasar 2019

Senin 11 Mar 2019 17:50 WIB

Rep: Mansyur Faqih/ Red: Hiru Muhammad

Tampak salah satu tipe  Fuso Fighter

Tampak salah satu tipe Fuso Fighter

Foto: hiru muhammad
Tahun lalu, pasar kendaraan komersial tumbuh signifikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi truk dan bus Mitsubishi Fuso, menargetkan penjualan 55 ribu unit pada 2019. Angka itu diharapkan dapat memperkuat capaian pangsa pasar absolut hingga 45 persen dan mengokohkan posisi market leader di segmen kendaraan komersial.

Direktur Penjualan dan Pemasaran KTB, Duljatmono, Senin (11/3) menjelaskan, perusahaan menetapkan target ini berdasarkan performa serta tren permintaan kendaraan niaga pada 2018.

Tahun lalu, pasar kendaraan komersial menunjukkan pertumbuhan signifikan. "Fuso memimpin pasar dengan perolehan market share sebesar 43,9 persen dengan 51.132 unit truk terjual, meningkat 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya. 

Colt Diesel di segmen light duty truck (LDT) yang masih menjadi kontributor terbesar dengan 45.257 unit dan market share 58,1 persen. Sedangkan, pertumbuhan Fuso di segmen medium duty truck (MDT) meningkat signifikan hingga 41,8 persen dengan 5.811 unit terjual. "Sisanya 64 unit disumbang oleh tractor head di segmen heavy duty truck (MDT)," katanya.

Target pasar yang ditetapkan pada 2019 didasarkan pada proyeksi pertumbuhan untuk dapat memenuhi permintaan pasar. Target 55 ribu unit pada 2019 terdiri dari 47 ribu unit LDT dan tujuh ribu unit MDT dan HDT. Untuk memenuhi target tersebut, KTB mempersiapkan strategi dari sisi porduk dan layanan purna jual. 

Untuk industri kendaraan komersial, tahun ini diperkirakan tumbuh 5-10 persen. Angka ini juga menjadi pertimbangan penetapan proyeksi target perusahaan pada 2019. "Acuan kita lebih kepada pertumbuhan pasar yang paling kecil, yaitu lima persen pada tahun ini," jelas dia. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA