Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Nissan Akan Uji Coba Robo-Taxi di Jepang

Ahad 10 Dec 2017 10:20 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Joko Sadewo

Robot taksi

Robot taksi

Foto: Robot Taxi

REPUBLIKA.CO.ID, YOKOHAMA -- Nissan berencana untuk menguji taksi otonom (robo taxi) di jalan Jepang mulai Maret tahun depan. Perusahaan ini bermitra dengan perusahaan software Jepang DeNA, yang mengoperasikan layanan online untuk industri game, kesehatan dan otomotif.

Ini akan mengadaptasi mobil listrik Nissan Leaf, yang akan dipanggil penumpang dengan menggunakan sebuah aplikasi. Nissan bergabung dengan gerombolan pembuat mobil yang mengendarai mobil self-drive, termasuk General Motors, dan Volvo.

Uji coba gratis akan diadakan selama periode dua pekan di Maret di Yokohama. Sistem Easy Ride bisa diluncurkan di Jepang pada awal 2020-an.

"Dengan 'lebih banyak kebebasan mobilitas' sebagai konsepnya, Easy Ride diimpikan sebagai layanan bagi siapa saja yang ingin melakukan perjalanan bebas ke tempat tujuan pilihan mereka dalam kendaraan robo," kata Nissan dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman BBC, Ahad (10/12).

"Tujuannya adalah untuk memungkinkan pelanggan menggunakan aplikasi seluler khusus untuk menyelesaikan keseluruhan proses, mulai dari menetapkan tujuan dan memanggil kendaraan untuk membayar ongkosnya," lanjut pernyataan tersebut.

Selama tes, akan ada anggota staf di kursi pengemudi untuk mematuhi aturan di Jepang. Pelanggan yang bisa mendaftar mulai sekarang hingga 15 Januari, bisa memilih destinasi lokal dan rute wisata.

Sementara itu, pembuat robot Jepang ZMP bekerja sama dengan operator taksi Tokyo, untuk mengembangkan taksi yang mengendarai mobil sendiri untuk Olimpiade Tokyo 2020. Sedangkan Uber bekerja pada layanan self-drive, dan pada November membuat kesepakatan dengan Volvo untuk membeli hingga 24 ribu mobil. Dan Waymo, yang dimiliki oleh perusahaan induk Google Alphabet, berencana untuk menguji mobil otonom.

 
 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA