Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

BBM Naik, Penjualan Mobkas Menurun

Kamis 11 Dec 2014 18:53 WIB

Red: Agung Sasongko

Mobil Bekas.

Mobil Bekas.

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Bisnis jual-beli mobil bekas berbagai merek di Kota Palembang, Sumatera Selatan, usai kenaikan harga bahan bakar minyak ternyata tidak mempengaruhi atau menyurutkan para pebisnis itu untuk terus melakukan penetrasi pasar dalam bentuk promosi serta inovasi.

"Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar sejak November 2014 adalah menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis mobil bekas," kata Jefri Iyan, pelaku bisnis mobil bekas di Palembang, Kamis (11/12).

Menurut dia, menyediakan mobil bekas di kawasan sepanjang Jalan Rajawali Palembang sekarang ini justru terus gencar melakukan penetrasi pasar dengan kegiatan promosi maupun mempertahankan suku bunga di pasaran.

Ia mengakui, walaupun sedikit mengalami penurunan omzet penjualan, namun merupakan hal yang biasa terjadi, seperti ketika kenaikan harga BBM sebelumnya. Setelah kenaikan harga BBM sampai tiga bulan ke depan akan terjadi penurunan omzet penjualan walaupun tidak terlalu signifikan.

Oleh karena itu perlu dilakukan promosi, sebab ada produk mobil mengkonsumsi bahan bakar yang irit, sehingga banyak diminati dan dicari oleh konsumen, katanya.

Sementara untuk suku bunga, kata dia, seharusnya saat ini mengalami kenaikan, tetapi pelaku bisnis tersebut masih mempertahankan nilai suku bunga yang lama kisaran 4,7 persen per tahun.

Ia berharap, dengan makin banyaknya jenis mobil berbahan bakar irit, melalui inovasi dan promosi gencar dilakukan akan menjaga kestabilan penjualan maupun kondisi pasar yang telah ada. Mengenai harga jual mobil bekas dalam kondisi 80 persen berbagai jenis kisaran Rp75 juta hingga Rp125 juta per unit.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA