Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Porsche Kemungkinan Naik Harga Jika Brexit Gagal

Selasa 19 Feb 2019 10:37 WIB

Red: Ani Nursalikah

Porsche Cayenne

Porsche Cayenne

Foto: EPA
Pelanggan yang sudah membayar deposit mungkin harus membayar bea tambahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggemar Porsche di Inggris mungkin harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk membeli mobil asal Jerman tersebut jika Brexit yang tanpa kesepakatan itu terjadi. London dan Brussels memiliki waktu hingga 25 Maret guna mencapai kesepakatan.

Dilansir DW News, Selasa (19/2), Porsche telah memperingatkan pelanggan Inggris bahwa kekisruhan Brexit bisa menaikkan harga mobil yang dibeli dari produsen Jerman hingga 10 persen. Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Bloomberg dan media Inggris, Porsche mengatakan pelanggan yang sudah membayar deposit setelah 17 Januari mungkin harus membayar bea tambahan jika tidak ada kesepakatan Brexit UK-EU dan mobil mereka tiba di Inggris setelah 29 Maret 2019.

Perusahaan milik Volkswagen itu mengatakan, pajak tersebut akan membantu menutupi biaya impor yang dapat timbul jika Inggris memperkenalkan tarif Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk barang-barang UE. Perusahaan menambahkan nantinya pelanggan dapat menyesuaikan pembelian mereka jika diperlukan.

Mobil pabrikan yang paling terjangkau, Cayman, bisa melonjak dari harga 44.074 pound (atau sekitar Rp 803 juta) menjadi 48.481 pound (sekitar Rp 883 juta) jika rencana itu berjalan. Porsche memproduksi semua mobilnya di luar Inggris, jadi bea apa pun akan mempengaruhi semua penjualan mobilnya di sana jika Brexit tidak ada kesepakatan.

Peringatan perusahaan kepada pelanggan telah diserukan, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa London dan Brussels bisa gagal mencapai kesepakatan Brexit sebelum akhir Maret. Perdana Menteri Inggris Theresa May berada di bawah tekanan dari anggota parlemen di London untuk membatalkan ketentuan dalam rancangan kesepakatan yang akan membuat Inggris terikat pada peraturan UE sampai kedua belah pihak menyepakati perjanjian perdagangan pengganti. Para pemimpin Eropa mengatakan mereka tidak mau mempertimbangkan kembali bagian dari rancangan perjanjian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA