Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Survei: Indonesia Jadi Negara Mobil Bekas Termurah

Selasa 27 Oct 2015 09:00 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Penjualan Mobi Bekas. Pegawai mengelap mobil yang dipajang salah satu showroom di pusat penjualan mobil bekas Mangga Dua, Jakarta, Rabu (2/7).(Republika/ Wihdan).

Penjualan Mobi Bekas. Pegawai mengelap mobil yang dipajang salah satu showroom di pusat penjualan mobil bekas Mangga Dua, Jakarta, Rabu (2/7).(Republika/ Wihdan).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Secara rata-rata, harga mobil bekas di Indonesia adalah yang termurah di antara negara-negara di Asia, menurut hasil survei dari penjualan mobil, Carmudi.

"Kategori mobil tahun 2008 hingga 2013, secara rata-rata harga mobil di Indonesia masih yang termurah dibandingkan dengan negara lainnya di Asia," kata Managing Director Carmudi Indonesia, Gunnar Rentzsch di Jakarta, Senin (26/10).

Hasil analisa menunjukkan bahwa rata-rata harga mobil bekas di Indonesia adalah Rp202 juta, lebih murah dibandingkan dengan Pakistan (Rp 205 juta), Filipina (Rp 228 juta), Sri Lanka (Rp 380 juta) dan Bangladesh (Rp 460 juta).

Meskipun rata-rata harga mobil bekas di Indonesia terhitung murah, namun penjualan tahunan untuk 2015 diprediksi menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, karena menurunnya daya beli dan kepercayaan masyarakat, serta tingginya suku bunga dan inflasi.

"Berbagai upaya dari pemerintah dan asosiasi dilakukan untuk mendongkrak penjualan mobil. Penjualan mobil bekas secara tidak langsung akan berkompetisi dengan penjualan sepeda motor yang masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat," katanya.

Ia juga mengatakan hingga Agustus 2015, 6,1 juta sepeda motor telah terjual, hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penjualan sepeda motor terbesar di kawasan ASEAN. Penjualan sepeda motor di ASEAN mayoritas terjadi di Indonesia.

Hal ini dikarenakan harga sepeda motor cukup terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat dan faktor pembangunan infrastruktur transportasi massal yang tertinggal membuat masyarakat lebih memilih berkendara dengan sepeda motor dibandingkan angkutan umum yang kualitasnya masih kurang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA