Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Soal Al-Aqsha, JK: Fatah dan Hamas Harus Bersatu

Selasa 25 Jul 2017 16:59 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Foto: Antara/Andika Wahyu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia mendesak agar negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk melakukan pertemuan darurat guna membahas situasi di kompleks Al-Aqsha.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengemukakan, persoalan yang terjadi di Palestina sebetulnya adalah masalah klasik. Menurutnya, persoalan di Palestina bisa diselesaikan jika Hamas dan Fatah bersatu.

"Orang Palestina sendiri harus bersatu, karena sampai sekarang Fatah dan Hamas tidak bersatu, jadi bagaimana mereka melawan Israel kalau sendirian," ujar Jusuf Kalla ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Selasa (25/7).

Jusuf Kalla mengatakan, isu mengenai Palestina pernah dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI di Jakarta pada 2016 lalu. Isu Palestina ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari dunia islam.

Sebab, Palestina merupakan satu-satunya negara yang dalam 68 tahun terakhir belum mendapatkan haknya untuk merdeka dan berdaulat.

Selain itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menyerukan berbagai macam upaya untuk menyelesaikan permasalahan di Palestina.

Pada Jumat (21/7), Abbas menyeru Hamas agar menanggapi seruannya bagi persatuan dengan melucuti Komite Administratif Jalur Gaza dengan membiarkan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) mengoperasikan lembaga pemerintahan, lalu menyetujui tanggal khusus bagi penyelenggaraan pemilihan umum.

Sementara itu, Hamas mengatakan di dalam satu siaran pers bahwa organisasi tersebut mengulurkan tangan kepada Fatah dan Abbas agar bersatu dan mengakhiri perpecahan internal sejalan dengan pemahaman dan kesepakatan terdahulu. Ketegangan antara Israel dan Palestina telah meningkat sejak 14 Juli 2017, ketika Israel mendirikan pos pemeriksaan dan memasang alat pendeteksi logam di pintu masuk Kompleks Masjid Al-Aqsha.

Sejak itu, bentrokan telah berkecamuk antara pasukan keamanan Israel dan pemrotes Palestina di gerbang Kompleks Masjid Al-Aqsha dan tempat lain di Tepi Barat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA