Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

PGN-ASDP Kerja Sama untuk Kapal Berbahan Bakar Ganda

Selasa 25 Jul 2017 13:17 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah kapal Ferry berlayar di Selat Bali terlihat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/3).

Sejumlah kapal Ferry berlayar di Selat Bali terlihat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/3).

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Gas Negara (PGN) resmi menjalin kerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk memperluas pemanfaatan gas bumi secara nasional. PGN menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) joint study dengan PT ASDP di lintasan Merak-Bakaheuni.

"Kenapa kita namakan joint study karena berencana untuk menggunakan kapal ferry penyebrangan berbahan bakar ganda," kata Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Selasa (25/7).

Jobi mengatakan dengan kesepakatan tersebut PGN dan ASDP dapat melakukan kajian bersama untuk pengoprasian kapal baru dengan dual fuel. Nantinya kapal yang akan melintas Merak-Bakauheni atas kerja sama tersebut akan menggunakan bahan bakar dengan komposisi 70 persen liquefied natural gas (LNG) dan 30 persen solar.

Jobi menilai penggunaan LNG akan lebih optimal digunakan di laut daripada Compressed natural gas (CNG). "Volume gas yang diangkut bisa memenuhi perjalanan dari Bakauheni ke Merak," kata dia.

Direktur Utama ASDP Faik Fahmi merespons positif untuk kajian operasional kapal baru tersebut. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional dan peraturan internasional terkait pengaturan bahan bakar gas untuk kapal.

Faik mengharkan kerja sama tersebut bisa berdampak krpada efisiensi penggunaan kapal baru yang melintas di Merak-Bakauheni. "Tentunya ramah lingkungan karena menggunakan dua bahan bakar," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA