Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Militan ISIS Menyamar Jadi Wanita demi Kabur dari Mosul

Ahad 23 Jul 2017 11:55 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Bayu Hermawan

Militan ISIS (ilustrasi)

Militan ISIS (ilustrasi)

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, MOSUL - Seorang militan ISIS rela berdandan menyerupai wanita demi bisa melarikan diri dari Mosul. Dilansir dari Daily Mail, pria itu berhasil tertangkap oleh tentara Irak karena lupa mencukur kumis dan jenggot lebat yang ada di wajahnya.

Dalam foto yang dikeluarkan oleh tentara Irak, terlihat pria tersebut mengoleskan bedak, eyeshadow, dan lipstik agar terlihat cantik. Tentara Irak bahkan juga merilis foto-foto militan ISIS lainnya yang juga pernah menyamar sebagai wanita, dengan menggunakan bra, yang ditangkap saat mencoba keluar dari Mosul.

Kota Tua Mosul, yang dipenuhi dengan rumah-rumah padat di gang berkelok, kini telah rusak oleh peperangan yang terjadi selama berbulan-bulan untuk membasmi ISIS. Sebagian besar kota telah rata dengan puing-puing dan debu.

Menurut laporan yang diterbitkan UN Habitat yang menggunakan citra satelit, Hampir sepertiga dari Kota Tua, yang terdiri dari sekitar 5.000 bangunan, telah rusak atau hancur hingga akhir pertempuran pada 8 Juli lalu. Di sekitar kota, sedikitnya 10 ribu bangunan juga rusak selama perang, sebagian besar di Mosul barat, tempat pertempuran terkonsentrasi selama lima bulan terakhir.

Butuh waktu sembilan bulan bagi pasukan Irak yang dibantu AS, untuk merebut kembali Mosul dari ISIS. Warga Mosul Barat saat ini banyak yang kehilangan pekerjaan dan kehabisan uang untuk biaya hidup sehari-hari.

Seorang pria lain, Mirsur Dannon Hassan (53) juga mengaku rumahnya telah hancur akibat serangan udara. "Saya tidak punya gaji. Saya butuh bantuan untuk membangunnya kembali," ungkap Hassan.

Hassan tinggal di sebuah tempat tinggal sewaan dengan istrinya, lima anak perempuan, dan satu anak laki-lakinya. Namun pemilik rumah baru saja menaikkan uang sewa dari 100 dolar AS per bulan menjadi 200 dolar AS per bulan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA