Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Berkaca dari Chester Bennington, Menkes Ajak Kelola Stres

Jumat 21 Jul 2017 12:20 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Chester Bennington

Chester Bennington

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa jam lalu, masyarakat dan warganet dunia kembali dikejutkan dengan kabar Vokalis Linkin Park Chester Bennington yang tewas akibat bunuh diri. Agaknya ini bisa menjadi tren untuk mengakhiri hidup di kalangan musisi karena Mei 2017 lalu, vokalis Soundgarden dan Audioslave, Chris Cornell yang juga sahabat Chester Bennington juga mengakhiri nyawa dengan bunuh diri. Keputusan mereka unuk mengakhiri hidup sama, karena mengalami depresi

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengimbau agar fan dan masyarakat tidak meniru langkah pendek para musisi itu. Ia mengatakan, setiap orang pasti memiliki stres.

Namun, ia meminta jangan semua urusan pemulihan depresi dan gangguan jiwa bergantung pada tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan. Karena sebelum mengalami gangguan jiwa yang berat, depresi berat, ia meminta semua pihak seperti guru, orang tua hingga teman peka terhadap lingkungannya. Ia menyontohkan, ketika di sekolah ada satu anak yang mengalami depresi yang terlihat murung dan emosional hendaknya gurunya bisa menyadari.

"Ia bisa memperhatikan dan memanggil muridnya untuk bertanya ada masalah apa," katanya usai ditemui senam sehat di pelataran Gedung Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Jumat (21/7).

Pun demikian dengan orangtua atau temannya yang bisa tanggap ketika rekannya terlihat murung, kurus atau seperti ada masalah. Mereka bisa segera membawa sang anak ke rumah sakit jiwa atau tenaga kesehatan psikiater.

"Yuk kita saling tolong-menolong. Jangan hanya bergantung pada tenaga kesehatan," ujarnya.

Namun, Nila mengaku telah meminta rumah sakit jiwa atau para tenaga kesehatan untuk aktif bisa menerima konsultasi sebelum terlambat. "Saya mendorong melakukan konsultasi supaya jangan sampai terlambat bisa mengalami depresi berat (atau bunuh diri)," ujarnya. 

sumber : Center
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA