Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pangsa Pasar Asuransi Syariah Berpotensi Tembus 5 Persen

Rabu 19 Jul 2017 06:33 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai bahwa industri asuransi syariah memiliki peluang untuk menembus pangsa pasar 5,0 prsen. Saat ini pangsa pasar asuransi syariah baru sebesar 4,7 persen.

Ketua AASI Ahmad Sya'roni menjelaskan, secara tren asuransi syariah mengalami pertumbuhan positif. Selain itu, regulator dan industri juga tengah mendorong bisnis agar lebih berkembang.

"Upaya yang pertama dengan memperbesar kapasitas reasuransi dalam negeri. Apabila kapasitas diperbesar, maka sudah tidak lagi menjadi kendala," ujar Sya'roni di Graha AASI, Selasa (18/7).

Kapasitas yang dimaksud, dicontohkannya, setiap kali ada pertangguhan asuransi namun tidak sesuai dengan kemampuan dasar perusahaan asuransi, maka akan direasuransi otomatis ke perusahaan reasuransi.

Kedua, keberpihakan regulasi terhadap institusi syariah, khususnya asuransi, bagaimana mensinergikan perbankan syadiah sebagai sumber utama bisnis dengan di asuransi sebagai yang melindungi bisnis perbankan.

Ketiga, pelayanan bisnis asuransi dengan menggunakan layanan teknolog finansial (Fintech). "Dengan perilaku orang kita yang maunya cepat, kelihatannya itu pangsa pasar yang bisa dimasuki syariah," imbuh Syaroni.

Di sisi lain ia berharap adanya diferensiasi produk agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Asuransi syariah itu dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat (best fit), jadi kalau mau meningkatkan pangsa pasar produknya jangan begitu begitu saja," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Jasa Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, untuk mengejar pangsa pasar 5 persen, industri asuransi syariah harus dapat mengembangkan produk yang best fit atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Yang cocok buat kita seperti apa. Di negara lain yang lebih maju belum tentu sesuai dengan kita, kita cari yang sesuai dengan budaya kita. Potensinya masih banyak, tinggal cari pola yang terbaik," tutur Firdaus.

Dengan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut diharapkan asuransi syariah bukan sekedar menjadi alternatif bagi masyarakat, namun jadi produk pilihan.

"Dengan begitu, market share akan naik," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA