Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Bupati Banyumas Minta Jangan Ada Kekerasan Saat MOS

Senin 17 Jul 2017 16:54 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andi Nur Aminah

 Sejumlah siswa mengikuti masa orientasi peserta didik baru tahun ajaran 2015-2016 di SMA Negeri 9 Kota Bandung, Selasa (28/7).  (foto : Septianjar Muharam)

Sejumlah siswa mengikuti masa orientasi peserta didik baru tahun ajaran 2015-2016 di SMA Negeri 9 Kota Bandung, Selasa (28/7). (foto : Septianjar Muharam)

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Purwadi Santosa membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Siswa Baru (MPLSSB) Tingkat Kabupaten Banyumas, Senin (17/7) di lapangan SMA Ajibarang. Kegiatan yang dulu dikenal dengan MOS itu dihadiri perwakilan siswa tingkat SMP dan SMA, dan para kepala sekolah.

Purwadi Santosa menyatakan, pelaksanaan MPLS akan berlangsung tiga hari mulai Senin (17/7) hingga Rabu (19/7). ''Tujuan kegiatan ini antara lain sebagai masa adaptasi siswa dan meningkatkan kedisplinan siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan berikutnya,'' jelasnya.

Meski demikian dia menyatakan, kegiatan yang dilaksanakan tidak boleh diwarnai kekerasan atau bersifat perploncoan. ''Materi yang diberikan edukatif, kreatif dan menyenangkan. Tidak boleh ada kekerasan atau pemberian tugas yang menyulitkan siswa baru,'' katanya.

Bupati Banyumas Achmad Husein menyatakan kegiatan PLSSB harus dilandasi prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal, meriah dan mencerdaskan serta bersifat edukatif, kreatif, fleksibel, konstruktif, serta menghindari perpeloncoan dan tindakan kekerasan.

''Mengingat pentingnya PLSSB ini, para siswa bisa mengikuti setiap kegiatan dengan kesungguhan hati, tekun dan sabar, sehingga kalian bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, termotivasi untuk lebih semangat dalam belajar, guna meraih prestasi terbaik,” lanjutnya.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA