Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

PTMA Fokus Kualitas dan Internasionalisasi

Kamis 13 Jul 2017 08:42 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Fernan Rahadi

Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc. Ph.D

Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc. Ph.D

Foto: Dok: UMJ

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Generasi berkemajuan adalah salah satu tagline yang diusung oleh Muhammadiyah. Salah satu cara untuk mewujudkannya pun direalisasikan melalui optimalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA).

Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lincolin Àrsyad mengatakan, ke depannya, PTMA akan terus berupaya dan  berkomitmen untuk meningkatkan kualitas PTMA agar ter­cipta PTMA yang kuat, berdaya saing dan berkema­juan. "Kuat dalam arti, pertama memiliki kualitas dan kecu­ku­pan SDM yang tinggi," ujarnya kepada Republika, Rabu (12/7).

Untuk mewujudkan strategi tersebut dijabarkan melalui  program pendidikan lanjut sampai S3 dan kegiatan penelitian. Sehingga, SDM yang akan mengenyam studi lanjut ke luar negeri dapat  dipersiapkan kemampuan bahasa asingnya lewat program persiapan untuk mendapatkan beasiswa bekerja sama dengan LAZISMU. 

Sedangkan untuk meningkatkan kemampuan meneliti, lanjut Lincolin,  Majelis pun memberikan bantuan dana penelitian yang cukup memadai bagi para dosen PTMA baik digunakan untuk workshop, penelitian atau penyusunan proposal penelitian.  Selain itu, untuk peningkatan kualitas SDM, staf pengajar pun diberi kesempatan dan bantuan untuk ikut seminar di luar negeri.

Langkah selanjutnya, PTMA juga terus menerus me­ngem­bangkan dan menerapkan good university governance terutama di bidang akademik, keuangan, dan pengembangan SDM. "Peningkatan tata kelola akademik kita lakukan salah satunya melalui workshop SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)," katanya.

Sedangkan untuk tatakelola keuangan dan SDM, Majelis bekerja sama dengan  PTMA yang  besar untuk melakukan pembinaan terhadap PTMA yang masih kecil melalui workshop dan pendampingan penyusunan sistem informasi keuangan dan SDM yang terpadu. 

Program konsolidasi

Selain itu, strategi lain yang juga dilakukan adalah dengan secara terus menerus mendorong PTMA untuk melengkapi, menyempurnakan, dan meningkatkan kualitas sarana belajar mengajar.

Kemudian, agar dapat mewujudkan PTMA yang berdaya saing, Majelis pun mendorong dan membina agar PTMA mampu mengembangkan distingsinya atau keunikan ter­sendiri. Ia optimistis, jika PTMA dapat memiliki keunikan atau kekhasan di bidang keilmuan tertentu, maka otomatis hal ini membuat PTMA menjadi lebih unggul dibanding PT lain. "Dengan memiliki distingsi, maka PTMA mampu me­masuki ceruk pasar yang tidak tersentuh oleh PT lain," kata dia.

Lincolin berjanji akan terus mendorong terwujudnya PTMA yang berkemajuan. Sehingga PTMA harus memperbaiki diri, berinovasi, mencerdaskan, mencerahkan, dan  rahmatan lil alamiin.

Program penting lain yang dilakukan Majelis saat ini adalah program konsolidasi. Hal ini dilakukan melalui beberapa langkah, pertama Majelis mendorong beberapa PTMA kecil untuk bergabung atau merger agar lebih kuat.  

"Langkah ini pun sangat diapresiasi oleh Menteri Ristekdikti ketika kami beraudiensi beberapa waktu yang lalu. Langkah ini sesuai dengan arah kebijakan pemerintah," ucap pria yang juga  Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah kedua, lanjutnya, dilakukan melalui konsolidasi antara PTMA besar. Di sini Majelis mendorong PTMA besar untuk bekerja sama mengembangkan pusat-pusat keung­gulan atau center of excellence di PT-nya masing-masing.

Jejaring internasional

Langkah terakhir, Majelis akan mendorong dan mem­fasilitasi PTMA untuk mengembangkan jejaring internasio­nal (internasionalisasi) melalui pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa dan kuliah kerja nyata (KKN) internasional di beberapa negara seperti Thailand dan Filipina.

Saat ini, total jumlah PTMA di seluruh Indonesia  sebanyak 172 buah, 43 di antaranya adalah universitas. Dari se­mua itu, baru 4 universitas yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Keempat universitas itu adalah Universitas Muham­madiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, UHAMKA dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sisanya masih terakreditasi B dan C. Majelis juga menargetkan, hingga 2020 nanti, seluruh PTMA yang masih ber­akreditasi C dapat ditingkatkan menjadi berakreditasi B.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA