Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Tiga Tantangan Ini Butuh Peran Ulama dan Umara

Rabu 12 Jul 2017 19:51 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Agung Sasongko

Bima Arya

Bima Arya

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto turut hadir dan memberikan sambutan dalam pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Bogor di gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Rabu (12/7). Dalam sambutannya Bima Arya mengatakan bahwa ulama dan pemimpin harus memiliki misi yang sama untuk menyejahterakan dan memberikan jawaban atas masalah kemasyarakatan.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dari masa ke masa sangat beragam dan terasa berat jika tidak dihadapi bersama-sama. Setidaknya, ada tiga hal yang menjadi masalah yang dikhawatirkan akan memecah belah masyarakat jika tidak segera dituntaskan.

"Tiga hal itu yakni, pragmatisme, sekularisme, dan sektarianisme," kata Bima, Rabu (12/7).

Masalah pragmatisme, lanjut dia, adalah ketika bangsa dihadapkan pada satu kecenderungan yang didorong oleh kepentingan duniawi, bukan kepentingan akhirat. Ataupun, didorong oleh kepentingan jangka pendek dibandingkan jangka panjang.

Masalah tersebut, terang dia, saat ini seolah menjadi trend, tidak mengenal usia, wilayah, dan latar belakang. "Seperti perebutan pimpinan organisasi kepala daerah maupun pemilihan dalam berbagai level, sering kali dibumbui dengan unsur pragmatisme ini," papar dia.

Masalah kedua, yaitu Sekularisme. Menurut Bima dalam hal ini ulama dan Umara (pemimpin) banyak dituduh berseberangan, karena salah satunya dituduh sekuler. Padahal jika dilihat dari sejarah dan perjalanan bangsa Indonesia, ulama dan Umara selalu bersanding, dan ulama selalu memegang peran yang strategis dalam menjuangkan bangsa ini.

"Yang terakhir soal sektarianisme. Ini terjadi ketika munculnya politik identitas. Ketika gengsi kelompok menjadi prioritas dan dipentingkan dibandingkan kepentingan lain," jelas dia.

Sehingga dengan dikukuhkannya Pengurus MUI kota Bogor yang baru, Bima berharap MUI kota Bogor mampu meniadakan tiga masalah tersebut. Pengurus MUI kedepan juga, lanjut dia, diharapkan dapat melanjutkan program yang sebelumnya telah berjalan baik untuk menciptakan keberagaman di kota Bogor yang dicintai, karena keberagaman harus diperjuangkan bersama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA