Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Maraknya Penyakit Masyarakat Jadi Tantangan MUI Kota Bogor

Rabu 12 Jul 2017 15:16 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Agung Sasongko

Masjid Agung Kota Bogor

Masjid Agung Kota Bogor

Foto: flikr.com

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BOGOR -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Bogor menggelar pengukuhan pengurus masa khidmat 2017-2022 Stadium Generale "Ahlussunah Wal Jama'ah Dalam Keberagaman di Nusantara".

Kini ketua MUI kota Bogor Muhammad Mustofa Abdullah bin Nuh, dan Ade Sarmili selaku sekretaris umum resmi didampingi oleh dewan pengurus yang berjumlah 122 orang yang terbagi atas 12 komisi, serta 37 orang Dewan Pertimbangan.

Dewan Pengurus tersebut sebelumnya telah ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI ke IX kota Bogor yang berlangsung di Pusat Pengembangan dan Islam Bogor (PPIB) yang terletak di bilangan Pajajaran pada 16-17 Mei 2017 yang lalu.

Ade Sarmili mengatakan, dipercaya menjadi kepengurusan baru adalah amanah berat. Menurut dia, ada berapa hal yang ingin ditekankan di kepengurusan MUI kota Bogor ke depan, khususnya terkait masalah keumatan.

"Kita berharap MUI tidak hanya sebagai Khatibul umat, tapi juga sebagai pengelola, yang memperdayakan dan juga mencerdaskan umat," jelas dia saat ditemui Republika.co.id, Rabu (12/7).

Selain itu, lanjut dia, ke depan MUI harus berperan sebagai tokoh yang mencerminkan pesan-pesan kenabian sekaligus menjadi perekat dan pengerat umat. Dengan adanya kepengurusan MUI kota Bogor yang baru, dia memastikan ke depannya akan memiliki tatanan atau program baru yang bermanfaat bagi umat.

"Dari setiap program yang kita buat dapat memberdayakan masyarakat," tambah dia.

Terkait maraknya penyakit masyarakat di kota Bogor, Ade mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya ketidaksiapan ulama dalam memberikan dakwah. Baik itu ketidaksiapan secara materi, metodologi atau mental.

Karenanya dia berharap kepengurusan MUI kota Bogor yang baru dapat memberikan penanganan dan treatment untuk meminimalisasi penyakit masyarakat. "Karena kalau dimatikan itu tidak bisa. Jadi kita berupaya untuk memberikan penyadaran pada warga untuk tahu dan bisa memilih sesuatu yang baik dan buruk," tegas dia.

Pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan ketua umum MUI Pusat Ma'ruf Amin, serta beberapa jajaran MUI Jawa Barat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA