Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

PSSI Keberatan Sistem Pengundian Bola di SEA Games 2017

Senin 03 Jul 2017 18:35 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono

Foto: Republika/Iftah Israr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI menyatakan keberatan dengan sistem pengundian grup pada SEA Games 2017. PSSI menilai tuan rumah Malaysia melakukan mekanisme penempatan negara peserta sepak bola dengan cara yang tak lazim dan sewenang-wenang.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, resmi menyampaikan keberatan federasi sepak bola Indonesia tersebut. "Tidak hanya Indonesia (PSSI), anggota negara-negara AFF juga menyatakan keberatan yang sama," kata dia di kantor PSSI di Jakarta, Senin (3/7).

Joko menerangkan, tujuh negara anggota AFF sudah berkumpul dan menyatakan sikapnya pada pekan lalu di Vietnam. Dalam pertemuan tersebut, AFF menyatakan sistem pengundian cabang sepak bola SEA Games 2017 akan berhadapan dengan masalah dan bakal mengganggu sistem keadilan dalam berolahraga.

"Surat keberatan sudah dikirimkan AFF kepada AFC (Federasi Sepak Bola Asia). Semoga ada komunikasi antara AFC dan OC (Panitia Pelaksana) SEA Games dan juga federasi Malaysia," kata dia.

PSSI bakal menyampaikan opini keberatan tersebut ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Keberatan PSSI tersebut, menjadi kewenangan KOI agar disampaikan kepada Panpel SEA Games di Kuala Lumpur. Terkait dengan keberatan tersebut, PSSI dan negara-negara anggota AFF lainnya, Panpel SEA Games dan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menerapkan sistem pengundian yang lumrah dan lazim.

Pekan lalu, Panpel SEA Games 2017 mengumumkan sistem pengundian grup cabang sepak bola. Dalam sistem tersebut, Malaysia ngotot dengan pola tuan rumah bebas memilih grupnya sendiri.

Dalam sistem tersebut, Panpel Sea Games membagi tiga tahap pengundian. Sebanyak 11 negara peserta akan terbagi ke dalam dua grup. Peraih medali emas Sea Games 2015, yakni Thailand berada di Grup A. Sedangkan peraih medali perak dua tahun lalu, yaitu Myanmar akan berada di Grup B.

Selanjutnya, Panpel SEA Games hanya membagi delapan negara peserta yang tersisa, ke dalam sistem pengundian normal. Sisa satu negara, yakni tuan rumah yang akan menempatkan diri paling akhir setelah Grup A dan B terisi. Malaysia, sebagai tuan rumah, nantinya akan menentukan sendiri akan bergabung dalam Grup A atau B.

Cara pengundian tuan rumah tersebut sebetulnya punya maksud. Malaysia ingin mencari lawan yang mudah agar dapat lolos fase grup dalam gelaran tersebut. Akan tetapi, Joko menilai pola tersebut, bakal merusak sistem berkeadilan dalam olahraga dan akan menimbulkan penilaian buruk bagi tuan rumah.

Pengundian grup tersebut, rencananya akan dilakukan pada 8 Juli atau paling lambat pertengahan bulan ini. Sementara SEA Games akan mulai digelar pada 19 sampai 31 Agustus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA