Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Polda Metro Jaya: Tingkat Kecelakaan Kendaraan Menurun

Senin 03 Jul 2017 14:49 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bilal Ramadhan

Dua petugas polisi memeriksa mobil pasca kecelakaan lalulintas diTol Cikampek (ilustrasi).

Dua petugas polisi memeriksa mobil pasca kecelakaan lalulintas diTol Cikampek (ilustrasi).

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya menyatakan tingkat kecelakaan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polda Metro Jaya menurun selama operasi Ramadniya 2017. Setidaknya, terjadi penurunan jumlah kecelakaan hingga 26 persen dibanding tahun 2016 lalu.

"Jadi turun semua. Kemarin temen-temen kami ajak semua dari kepolisian, ada dari Jasa Raharja, ada dari TNI juga ikut di jalan dan ikut memberikan warna untuk tahun ini. Sehingga kita bisa menekan semuanya, dan cara seperti inilah kita gunakan untuk tahun depan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin, (3/7).

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengungkapkan, pada operasi Ramadniya 2017 ini terjadi 93 kecelakaan. Angka ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama, yakni 126 kecelakaan.

Angka korban tewas pun menurun dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, tercatat 10 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Sedang tahun lalu korban mencapai 12 orang. "Perbandingan tingkat fatalitas korban meninggal dunia menurun sekitar 17 persen," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto.

Jumlah korban luka berat 24 orang, menurun setengahnya dibandingkan tahun lalu. Lalu korban luka ringan mencapai 97 orang, menurun dibandingkan orang tahun lalu berjumlah 101 orang.

Namun, Budiyanto mengatakan secara keseluruhan, kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini naik 3 persen. Kerugian tercatat mencapai Rp 280 juta pada tahun ini, sedang tahun lalu hanya Rp 273 juta.

Sedangkan dari segi jumlah kendaraan, selama operasi Ramadniya 2017 ini terjadi 141 kecelakaan kendaraan. Sepeda motor masih menjadi kendaraan paling dominan kecelakaan dengan 91 kejadian. Lalu berikutnya mobil berpenumpang dengan 33 kejadian serta mobil barang 13 kejadian. Budiyanto menyatakan, kecelakaan itu kebanyakan terjadi karena faktor manusia, terutama pengemudi.

"Mayoritas karena faktor kelelahan atau ngantuk," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA