Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Muslimah Amerika Percantik Diri di Salon Sambut Idul Fitri

Sabtu 24 Jun 2017 10:52 WIB

Rep: melisa riska putri/ Red: Ani Nursalikah

Farah Ibrahim (tengah) saat berada di salon khusus Muslimah, Le'Jemalik Salon and Boutique di Brooklyn, New York, AS, 21 Juni 2017.

Farah Ibrahim (tengah) saat berada di salon khusus Muslimah, Le'Jemalik Salon and Boutique di Brooklyn, New York, AS, 21 Juni 2017.

Foto: REUTERS/Gabriela Bhaskar

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Idul Fitri menjadi saat yang dinantikan bagi seluruh umat Muslim. Bukan hanya mempersiapkan jamuan yang nikmat, para wanita pun sibuk bersiap diri tampil cantik pada hari besar tersebut.

Nevien Shehadeh (19 tahun) adalah salah satu dari banyak wanita Muslim yang berkunjung ke salon, Jumat (23/6). Ia memilih Le'Jemalik Salon and Boutique di Brooklyn, New York untuk mempersiapkan diri di Idul Fitri.

Pemilik salon kecantikan Huda Qushi merancang salon Le'Jemalik untuk melayani sebagian besar wanita Muslim. Salon ini dibuka Januari lalu di daerah Bay Bridge, Brooklyn. Tak heran jika kebanyakan pengunjung merupakan wanita berjilbab.

"Sebenarnya saya baru mulai memakai jilbab satu tahun yang lalu," ujar Shehadeh, seorang mahasiswa matematika dan ekonomi di Fordham University New York.

Warga Palestina-Amerika ini datang ke salon bersama dua saudara Shireen (26) dan Nisrien (18) juga bibinya Najah (37). Mereka merasa nyaman menggunakan salon khusus wanita karena tidak ada kekhawatiran ada lelaki yang masuk.

Seorang Muslimah menggunakan ponselnya saat menunggu keluarganya di Le'Jemalik Salon and Boutique di Brooklyn, New York, AS, 21 Juni 2017. REUTERS/Gabriela Bhaskar

Kebanyakan salon di kota besar ini tidak mengkhususkan untuk perempuan. Dalam kesempatan tersebut, mereka mengaku bertemu Qushi dua tahun lalu ketika pengusaha kecantikan itu merias di sebuah pernikahan.

Qushi (37) yang merupakan orang Yaman-Amerika mengatakan, pada awal Ramadhan salonnya sepi pengunjung. Ia bahkan sempat berpikir untuk tutup selama Ramadhan. Namun di penghujung Ramadhan, tepatnya sejak Rabu hingga Jumat ini, ia telah menerima 48 pelanggan.

"Tiba-tiba kami mendapat banyak pesanan sampai-sampai harus menolak beberapa pelanggan," ujarnya.

Le'Jemalik mampu membuat para pelanggannya nyaman. Saat pelanggan tiba di salon, mereka diajak duduk di sofa melingkar berwarna putih gading yang dihiasi permata. Di ruangan yang lebih pribadi adalah tempat pelanggan memanjakan diri.

Beberapa rambut pelanggan dipotong dan diwarnai. Pelanggan lain dirias wajahnya atau ditata jilbabnya oleh Qushi dan enam orang stafnya. Adapula pelanggan yang memilih merias tangannya dengan henna.

Shehadeh mengagumi potongan rambut dan hasil riasannya di cermin. Hal ini ia lakukan untuk memanjakan dri di tengah liburan Idul Fitri.

"Meskipun kita tidak menunjukkan rambut kita, rasanya menyenangkan melakukannya untuk diri sendiri," ujarnya.

Menurut Pew Research Center, sekitar 3,3 juta Muslim tinggal di Amerika Serikat yang tentunya akan merayakan Idul Fitri, salah satu hari raya keagamaan umat Islam.

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA