Jalur Nagreg Padat, Kendaraan Mengular Sampai Cicalengka

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani

 Jumat 23 Jun 2017 20:03 WIB

Antrean kendaraan memadati kawasan jalur Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/6). H-2 Lebaran diperkirakan merupakan puncak arus mudik di jalur Selatan Jawa Barat via Nagreg menuju wilayah Tasikmalaya dan Garut. Foto: ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra Antrean kendaraan memadati kawasan jalur Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/6). H-2 Lebaran diperkirakan merupakan puncak arus mudik di jalur Selatan Jawa Barat via Nagreg menuju wilayah Tasikmalaya dan Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, NAGREG -- Arus mudik kendaraan yang melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung terpantau padat merayap. Bahkan, untuk mengantisipasi kepadatan tersebut dilakukan sistem buka tutup di Limbangan dan arah menuju Garut. Sementara itu, ekor kendaraan roda empat mencapai bypass Cicalengka. "Padat (arus lalu lintas di Nagreg). Buka tutup di Limbangan dan arah Garut," ujar Koordinator Posko Pos Induk Nagreg Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Isnuri Winarko kepada Republika, Jumat (23/6).

Dirinya menambahkan, ekor kendaraan di jalur Nagreg mencapai jalan Bypass Cicalengka. Berdasarkam pantauan Republika di jalur Nagreg Cikaledong, arus lalu lintas terpantau padat merayap. Sementara itu, sistem buka tutup dilakukan di jalur yang mengarah ke Limbangan untuk mengurai kemacetan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan puncak arus mudik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung menuju arah Garut dan Tasikmalaya akan terjadi hari ini, Jumat (23/7) atau H-2 jelang Lebaran 1438 Hijriah. "Puncak arus mudik menuju jalur Nagreg, Kabupaten Bandung akan terjadi H-2 Lebaran 1438 Hijriah," ujarnya saat berada Simpang Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (23/6).

Menurutnya, puncak mudik yang akan berlangsung hari ini, sudah terjadi sejak malam tadi dan puncak akan terjadi lagi pada H-1 karena para pegawai kantor baru mulai libur hari ini. Ia mengatakan kemacetan yang terjadi siang ini dari Nagreg sampai Parakanmuncang belum terbilang macet total (stuck). Sebab katanya, jika roda kendaraan berhenti lebih dari 10 menit maka bisa dikatakan macet. Dirinya menuturkan, untuk mengurai kepadatan pihaknya menggunakan sistem buka tutup skala prioritas serta akan melakukan penarikan kendaraan dari Garut-Tasikmalaya bergantian dengan menggunakan sistem one way.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X