Rawan Longsor di Nagreg, BPBD Bandung Imbau Pemudik Waspada

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani

 Jumat 23 Jun 2017 18:50 WIB

 Sejumlah kendaran melintasi di ruas Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (20/6). Foto: Republika/Mahmud Muhyidin Sejumlah kendaran melintasi di ruas Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (20/6).

REPUBLIKA.CO.ID, NAGREG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengungkapkan jalur Nagreg merupakan lokasi yang rawan longsor. Sehingga, diharapkan para pemudik yang melintasi jalur tersebut agar lebih berhati-hati. Selain itu, jalur Soreang- Pangalengan, Ciwidey-Soreang dan Pasir Jambu Rancabali merupakan lokasi rawan longsor.

"Beberapa titik berpotensi longsor, salah satunya Nagreg," ujar Kepala BPBD Kab Bandung, Tata Iriawan Sobandi, Jumat (23/6). Menurutnya, jalur tersebut kerap digunakan oleh pemudik di Kabupaten Bandung yaitu jalur Cileunyi - Nagreg.

Bila terjadi longsor katanya, BPBD Kabupaten Bandung telah mendirikan dua posko selama arus mudik dan balik Lebaran 2017 tepatnya di jalur Nagreg dan kawasan wisata Rancabali, Kabupaten Bandung. "Dirikan posko untuk berjaga-jaga bilamana terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan," katanya.

Ia menuturkan, BPBD Kabupaten Bandung juga menyediakan beberapa alat berat untuk evakuasi bencana. Pihaknya mengimbau kepada seluruh pemudik agar berhati-hati ketika melalui jalur rawan bencana.

Sebelumnya, H-2 jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, kondisi arus lalu lintas di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung mengarah ke Garut dan Tasikmalaya padat merayap. Berdasarkan pantauan, hingga berita ini diturunkan arus lalu lintas di jalur nagreg padat merayap.

Penanggung jawab Grup B Pos Induk Nagreg, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Abi Basarah mengatakan H-2 lebaran arus lalu lintas mengalami peningkatan. Kondisi tersebut berlangsung sejak Kamis (22/6) kemarin saat dimulainya cuti bersama.

"Ada lonjakan signifikan arus mudik kendaraan dibandingkan H-4. Pada H-3 tercatat 124 ribu kendaraan roda dua dan empat. Sementara itu, hari ini hingga pukul 12.30 WIB tercatat kendaraan yang melintasi jalur nagreg ke Selatan mencapai 87 ribu lebih," ungkapnya saat ditemui di jalur Nagreg, Jumat (23/6).




sumber : Center
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X