Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Ditargetkan Kelar Dua Tahun Lagi

Kamis 22 Jun 2017 04:18 WIB

Red: Nur Aini

Pekerja menggunakan eskavator tengah menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Kawasan Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/11).

Pekerja menggunakan eskavator tengah menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Kawasan Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/11).

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sepanjang 54 km akan selesai pada 2019.

"Kalau tahun 2017 bisa kita selesaikan pembebasan lahannya, 2019 bisa selesai seluruhnya," katanya di sela mendampingi Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bogor dan Sukabumi Jawa Barat, Rabu (22/6).

Ia menjelaskan untuk pembangun Tol Bocimi Seksi I (Bogor-Cigombong) sepanjang 15,35 km sudah selesai konstruksinya hampir 50 persen. "Saya kira progresnya sudah hampir 50 persen konstruksinya, kalau tanahnya sudah 90 persen lebih," kata Basuki.

Menurut dia, hingga akhir 2017 pembangunan Tol Bocimi Seksi I akan selesai dari Bogor hingga Caringin. "Nanti dari Bogor sampai Cigombong atau seksi I, itu akan selesai Maret 2018," kata Basuki.

Ia menjelaskan pengerjaan Jalan Tol Bocimi meskipun sudah dimulai sejak tahun 1997, namun mangkrak dan baru dimulai lagi pada akhir 2015. "Waktu itu saya yang meresmikan ground breakingnya, kalau kunjungan Presiden kan bulan Juni 2016," kata Basuki.

Ia menjelaskan untuk pengerjaan Seksi II hingga IV saat ini sedang dilakukan pengukuran tanah. "Kalau hingga Seksi IV sepanjang 54 KM, sekarang baru pengukuran selanjutnya masuk sosialisasi terus appraisal," katanya.

Basuki mengatakan pembangunan konstruksi Tol Bocimi harus memperhatikan kondisi topografi tanah yang berbukit dan rawan pergerakan tanah. "Topografi tanahnya berbukit dan rawan gerakan tanah sehingga konstruksinya tidak bisa mengikuti standar biasa, harus lebih detil," katanya. Basuki mengemukakan kondisi topografi Tol Bocimi mirip dengan Jalan Tol Cipularang di mana tanahnya bergerak terus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA