Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Jokowi Pastikan Pengerjaan Tol Bocimi Sesuai Target

Rabu 21 Jun 2017 11:56 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Bilal Ramadhan

Jembatan yang telah terhubung dalam proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Kawasan Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/11).

Jembatan yang telah terhubung dalam proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Kawasan Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/11).

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo melakukan tinjaun pengerjaan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi I Ciawi sampai Cigombong. Dalam peninjauan Joko Widodo (Jokowi) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono.

Peninjaun ini menjadi kunjungan Jokowi yang kedua. Sebelumnya pada tanggal yang sama 21 Juni 2016, Jokowi juga mengunjungi proyek pembangunan ini. Usai melakukan peninjauan, Jokowi mengatakan bahwa pengerjaan tol Bocimi Seksi I telah sesuai progres.

Pengerjaan tol Seksi I sepanjang 15 kilometer (km) tidak mendapatkan hambatan, khususnya dengan pembebasan lahan. "Enggak ada masalah, enggak molor. Pengerjaan kontruksinya juga terus berjalan. Ini bagus," kata Jokowi, Rabu (21/6).

Jalan tol sepanjang 54 km yang dibagi pengerjaanya menjadi empat seksi ini diharap bisa rampung dalam waktu cepat. Untuk seksi I, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan rampung pada akhir 2017. Setelah itu barulah proyek pengerjaan dilanjutkan ke seksi berikutnya.

Jokowi menjelaskan bahwa pengerjaan jalan tol Bocimi ini akan sangat efektif mempermudah akses transportasi masyarakat maupun barang. Sebab, akses jalan raya Sukabumi-Bogor yang sekarang digunakan kerap mengalami kemacetan panjang.

"Jalu tol ini sangat penting untuk mengurai kemacetan. Karena kalau lewat jalan biasa macetnya parah. Saya pernah merasakannya," ujar Jokowi. Proyek jalan tol Bogor-Sukabumi telah diusung sejak 1997. Namun terdapat sejumlah hambatan di antaranya pembebasan lahan yang sulit dilakukan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA